Jokowi Minta Tak Ada Ego Sektoral Tangani Transportasi Jabodetabek

Jokowi meminta kementerian dan pemerintah daerah tidak mementingkan diri sendiri dalam pengelolaan transportasi Jabodetabek.

Jokowi Minta Tak Ada Ego Sektoral Tangani Transportasi Jabodetabek
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Suasana di Stasiun MRT Fatmawati saat uji coba publik, Selasa (12/3/2019). Mulai Selasa 12 Maret hingga 24 Maret mendatang, Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase I rute Bundaran HI-Lebak Bulus melakukan uji coba gratis untuk warga yang sudah melakukan pendaftaran. Selama uji coba, diperkirakan kereta bakal mengangkut sebanyak 285.600 penumpang. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kementerian dan pemerintah daerah tidak mementingkan diri sendiri dalam pengelolaan transportasi Jabodetabek.

"Tidak ada lagi yang namanya ego sektoral lagi, ego kementerian, ego daerah, saya kira semuanya yang ada adalah kepentingan nasional," ujar Jokowi dalam rapat terbatas (ratas) lanjutan pembahasan kebijakan pengelolaan transportasi Jabodetabek di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Menurut Jokowi, dalam ratas sebelumnya telah ditugaskan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk mengkoordinasikan dengan seluruh menteri dan gubernur terkait dengan percepatan, peritegrasian sistem, pengelolaan jaringan transportasi pekotaan antar wilayah.

"Proses perintegrasian ini tidak bisa ditunda tunda lagi karena seperti yang pernah saya sampaikan kemacetan yang terjadi di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi sudah menimbulkan kerugian yang sangat besar bukan per tahun tapi sudah berpuluh tahun," papar Jokowi.

Baca: Setelah Kejadian Teror di Kota Christchurch Selandia Baru, Pria Ini Kembalikan Senjatanya ke Polisi

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun mengutip studi yang dilakukan Bappenas, dimana ada kerugian Rp 65 triliun akibat kemacetan di Jabodetabek setiap tahun dan berdasarkan data Jusuf Kalla bahkan mencapai Rp 100 triliun per tahun.

"Jumlah yang sangat besar, sehingga perlu segera diselesaikan," kata Jokowi.

"Yang paling penting juga dalam peintegrasian antara sistem transportasi perkotaan dengan tata ruang, dan kesinambungan, terkesambungan antar moda baik nantinya MRT, LRT, Transjakarta, kemudian moda moda yang lainnya KRL, angkutan umum lainnya," sambung Jokowi.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved