Pilpres 2019

Elektabilitas Jokowi-KH Ma'ruf Amin Turun Versi Litbang Kompas, Bamsoet: Nanti Juga Naik Lagi

Bambang Soesatyo menilai naik turunnya elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden merupakan hal yang biasa.

Elektabilitas Jokowi-KH Ma'ruf Amin Turun Versi Litbang Kompas, Bamsoet: Nanti Juga Naik Lagi
ISTIMEWA
Ketua DPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet (kiri), Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno dan Presiden Jokowi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPR RI sekaligus politisi Golkar, Bambang Soesatyo menilai naik turunnya elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden merupakan hal yang biasa.

Hal itu disampaikannya menanggapi hasil survei terbaru dari Litbang Kompas yang menunjukkan turunnya elektabilitas Jokowi-KH Ma'ruf Amin.

Bamsoet, panggilan akrabnya, merasa optimis elektabilitas paslon nomor urut 01, akan kembali naik.

"Ya politik itu dinamis, sehingga baik turun itu biasa. Tunggu aja, nanti juga naik lagi," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Baca: Ini 3 Penyebab Elektabilitas Prabowo-Sandi Naik Menurut Survei Litbang Kompas

Bamsoet juga menuturkan dirinya bersama tokoh muda Golkar akan terus bergerak memenangkan pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin.

"Enggak usah digerakkan sudah bergerak semua, apa lagi yang muda pasti bergerak-gerak," pungkas Mantan Ketua Komisi III DPR RI itu.

Survei terbaru yang dilakukan Litbang Kompas pada 22 Februari 2019 - 5 Maret 2019 menunjukkan, jarak elektabilitas antara pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, semakin tipis.

Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berada di angka 49,7 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 37,4 persen.

Adapun, 13,4 persen responden menyatakan rahasia. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak melalui pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di Indonesia, dengan tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error +/- 2,2 persen.

Peneliti Litbang Kompas, Bambang Setiawan menuliskan, jarak elektabilitas kedua pasangan calon semakin menyempit, 11,8 persen.

Pada survei Litbang Kompas sebelumnya, Oktober 2018, perolehan suara keduanya masih berjarak 19,9 persen dengan keunggulan suara di pihak Jokowi-Ma'ruf.

Saat itu, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 52,6 persen, Prabowo-Sandiaga 32,7 persen, dan 14,7 responden menyatakan rahasia.

"Selama enam bulan, elektabilitas Jokowi-Amin turun 3,4 persen dan Prabowo-Sandi naik 4,7 persen," tulis Bambang.

Penulis: chaerul umam
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved