Suap Proyek PLTU Riau 1

Idrus Marham Jalani Sidang Beragenda Pembacaan Tuntutan

Dia menegaskan, Idrus Marham berada dalam pusaran kasus PLTU Riau-1, karena 'ditarik-tarik' dan 'dicatut namanya' oleh Eny Saragih.

Idrus Marham Jalani Sidang Beragenda Pembacaan Tuntutan
Wartakota/Henry Lopulalan
PEMERIKSAAN TERDAKWA - Terdakwa kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1, Idrus Marham menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jalan Bunggur Besar, Jakarta Pusat, Selasa (12/3/2019). Sidang mantan Menteri Sosial tersebut beragendakan pemeriksaan terdakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK. (Warta Kota/henry lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta akan menggelar sidang beragenda pembacaan tuntutan atas nama terdakwa Idrus Marham terkait kasus suap proyek PLTU Riau-1.

Penasihat Hukum Idrus Marham, Samsul Huda, meminta kliennya dituntut memenuhi unsur keadilan. Sebab, kata dia, selama ini mantan menteri sosial itu sudah bersikap kooperatif sejak awal pemeriksaan perkara.

"Idrus Marham sudah bersikap kooperatif dengan mengikuti semua proses penyidikan dan persidangan dengan baik. Bahkan dengan besar hati mengundurkan diri sebagai menteri sebelum diumumkan sebagai tersangka," kata Samsul, kepada wartawan, Kamis, (21/3/2019).

Menurut dia, mantan sekretaris jenderal Partai Golkar itu layak mendapatkan keringanan tuntutan, karena tidak mempersulit upaya lembaga antirasuah itu selama melakukan penyidikan.

Baca: Kelakar Idrus Marham kepada Eni Saragih, Lo Saja yang Jadi Ketum

Selain itu, kata dia, Idrus Marhan tidak mengajukan upaya hukum praperadilan, maupun mengajukan nota keberatan atau eksepsi terhadap surat dakwaan.

"Sehingga sidang berjalan sangat lancar," kata dia.

Dia menegaskan, Idrus tidak sama sekali menerima uang suap dari pengusaha maupun pihak lainnya. Sejumlah saksi yang dihadirkan, dia menambahkan, menyatakan Idrus tidak tahu menahu mengenai proyek PLTU Riau-1.

"Idrus Marham sama sekali tidak menerima uang dan tak tahu kalau Eny Saragih menerima uang terkait proyek Riau. Bahkan Idrus Marham kaget saat tahu kalau Eny menerima uang dari Samin Tan dan kawan-kawan untuk Pilkada Suaminya, sehingga terkena Pasal Gratifikasi," kata dia.

Dia menegaskan, Idrus Marham berada dalam pusaran kasus PLTU Riau-1, karena 'ditarik-tarik' dan 'dicatut namanya' oleh Eny Saragih, sebagaimana pengakuan Eny Saragih di depan sidang.

"Tindakan Eny Saragih semua untuk kepentingan dirinya sendiri dan untuk membiayai Pilkada Suaminya di Temanggung," tambahnya.

Baca: Idrus Marham Prihatin Diproses Hukum karena Diduga Terlibat Suap Proyek PLTU Riau-1

Halaman
12
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved