Penembakan di Selandia Baru

Anak Zul Firmansyah 'Wake Up Daddy, Allah Bersama Kita'

Dalam peristiwa itu, Zul Firmansyah sendiri mendapat banyak luka tembak di bagian dada, tangan, dan kakinya.

Anak Zul Firmansyah 'Wake Up Daddy, Allah Bersama Kita'
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Wakil Presiden Senior Aksi Cepat Tanggap (ACT) N Imam Akbari bersama keluarga Zulfirmansyah yang menjadi korban penembakan massal Christchurch, Nurhamida, Alhamdani, Handra Yaspita dan Yulierma, saat jumpa pers persiapan keberangkatan ke Selandia Baru di Kantor ACT, Menara 165, Jakarta Selatan, Kamis (21/3/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kedua mata Yulierma masih terlihat sembab.

Kelopak matanya pun terlihat memerah.

Suaranya sesekali bergetar.

Air matanya bahkan tak bisa di benduk saat menceritakan detik-detik Zul Firmansyah (40) dan Averro’es Omar Syah (2) menjadi korban penembakan di Cristchurch, Selandia Baru.

Yulierma, kakak dari Zul Firmansyah menceritakan detik-detik saat peristiwa penembakan.

Ia mengungkapkan, adiknya menceritakan sempat meminta anaknya, Averro’es diam saat terjadi penembakan di masjid ketika shalat Jumat itu.

"Anaknya sempat memekik, lalu Zul bilang ke anaknya agar diam, tidak usah takut, Allah bersama kita," kata Yulierma saat jumpa pers yang diadakan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Jakarta Selatan, Kamis (21/3/2019).

Ia mengatakan Zul Firmansyah kemungkinan melakukan hal itu agar anaknya yang baru berusia dua tahun tidak menjadi sasaran penembak bila diketahui masih hidup.

Baca: ACT Berangkatkan Keluarga Zul Firmansyah, Korban Penembakan ke Selandia Baru

Dalam peristiwa itu, Zul Firmansyah sendiri mendapat banyak luka tembak di bagian dada, tangan, dan kakinya.

Namun, ia masih sempat memikirkan keselamatan Rois, panggilan untuk anaknya.

Halaman
12
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved