Jokowi Pastikan Proses Rekonstruksi Rumah dan Fasilitas Umum di Lombok Pascagempa Berjalan Lancar

Jokowi menginstruksikan jajarannya untuk terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah-rumah dan fasilitas umum yang rusak akibat gempa

Jokowi Pastikan Proses Rekonstruksi Rumah dan Fasilitas Umum di Lombok Pascagempa Berjalan Lancar
Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo salat Jumat di Masjid Nurul Yaqin Bertais, Jln. Sandubaya No. 31, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Jumat (22/3/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menginstruksikan jajarannya untuk terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah-rumah dan fasilitas umum yang rusak akibat gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Hal itu ditegaskan Jokowi saat melakukan peninjauan rekonstruksi rumah tahan gempa di Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (22/3/2019).

"Saya sudah perintah (prosesnya) harus lebih cepat dari sebelumnya," ujar Jokowi seperti dalam keterangan yang diterima dari Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden.

Baca: Persija Sulit Jamu Kalteng Putra di Stadion Patriot karena Hal Ini

Terkait dengan prosedur pencairan bantuan stimulan, Presiden mengatakan bahwa sebelumnya terdapat 17 prosedur yang mesti dilalui terlebih dahulu oleh masyarakat.

Namun, pihaknya telah melakukan evaluasi sehingga kini hanya tinggal 4 prosedur yang harus dilakukan agar mempermudah masyarakat dalam mencairkan bantuan.

"Saya kira progress di bulan Februari ke sini kelihatan sangat meningkat sekali pembagian buku tabungannya (bantuan stimulan). Dari 216.000 (kerusakan rumah terdata) sudah 160.000 dibagi dan diisi," kata Jokowi.

Baca: Industri Daur Ulang Dinilai Jadi Solusi Jitu untuk Atasi Sampah Botol Plastik

Kunjungan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo ke Nusa Tenggara Barat kali ini memang dimaksudkan untuk memastikan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi serta pencairan bantuan stimulan telah berjalan lancar.

Saat melakukan peninjauan, Kepala Negara mendapatkan laporan bahwa di lapangan masih terkendala dengan terbatasnya suplai material bangunan.

Hal itu segera dikoordinasikan oleh Presiden dengan jajaran terkait.

Baca: Digosipkan Cerai, Evi Masamba Enggak Mau Banyak Pikiran

"Saya dengar tadi semen suplainya masih belum baik. Tapi tadi sudah kita telepon langsung ke Menteri BUMN untuk urusan baja ringan dan semen agar disuplai lebih banyak dari pabrik langsung," ucapnya.

Halaman
12
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved