Romahurmuziy Ditangkap KPK

Romahurmuziy Sulit Tidur di Rutan KPK

Dokter Rutan KPK memberikan pengobatan sesuai dengan keluhan yang dialami Romy.

Romahurmuziy Sulit Tidur di Rutan KPK
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (menggunakan topi dan masker) dikawal petugas setibanya di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (15/3/2019). Romahurmuziy yang terjaring OTT KPK akan menjalani pemeriksaan karena diduga terkait kasus transaksi haram dalam pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) di pusat dan daerah. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) batal memeriksa tahanan barunya, anggota DPR sekaligus mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy, Kamis (21/3/2019).

Rommy -sapaan Romahurmuziy, yang ditangkap karena kasus dugaan suap jual beli jabatan Kementerian Agama itu mendadak mengeluh sakit saat hendak dibawa dari rutan ke kantor KPK.

Namun, setelah dicek dokter, rupanya Rommy dinyatakan sehat dan dia pun mengakui hanya kesulitan tidur di dalam rutan.

Dokter Rutan KPK memberikan pengobatan sesuai dengan keluhan yang dialami Romy.

"Tadi dokter sudah selesai melakukan pemeriksaan. Beberapa indikator kesehatan masih dalam angka yang wajar. Namun tersangka mengeluhkan sulit tidur dalam beberapa hari ini," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah.

Baca: Usut Jual Beli Jabatan, KPK Dijadwalkan Periksa Romahurmuziy

Febri mengatakan, penyidik telah menjadwalkan ulang pemeriksaan perdana untuk Rommy selaku tersangka pada Jumat (22/3/2019) hari ini.

"Semoga besok pagi kondisi yang bersangkutan sudah lebih membaik sehingga pemeriksaan dapat dilakukan," ujarnya.

Sebelumnya, kuasa hukum Rommy, Maqdir Ismail menyampaikan kliennya belum bisa ditemui oleh pihak keluarga sejak ditahan oleh KPK di Rutan KPK K4 pada Sabtu (16/3/2019).

Dan baru kuasa hukum yang dapat menemuinya.

Maqdir mengaku melihat kliennya itu masih tampak terpukul saat menemuinya di Rutan K4 KPK.

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved