Romahurmuziy Ditangkap KPK

Pegiat Antikorupsi Ingatkan Menteri Agama Harus Berani Ambil Jarak dengan Partai Politik

Langkah "bersih-bersih" yang akan dilakukan Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin mendatapat tanggapan positif.

Pegiat Antikorupsi Ingatkan Menteri Agama Harus Berani Ambil Jarak dengan Partai Politik
KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Langkah "bersih-bersih" yang akan dilakukan Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin mendapat tanggapan positif.

Apalagi kini menurut pegiat antikorupsi, Hendrik Rosdinar, praktek jual beli jabatan di Kementerian Agama sudah menjadi persoalan besar.

"Apa yang direncanakan oleh Kementerian Agama cukup baik, tapi itu akan berhasil jika pimpinan kementerian memiliki komitmen tinggi dan zero tolerance terhadap praktik korupsi," ujar Manajer Advokasi Yayasan Penguatan Partisipasi Inisiatif dan Kemitraan Masyarakat Indonesia (Yappika) ini kepada Tribunnews.com, Selasa (26/3/2019).

Hendrik Rosdinar memberikan catatan penting bagi Menteri Agama Lukman Hakim Syarifuddin.

Dia menekankan Menteri Lukman harus berani mengambil jarak dengan partai politik, untuk mencegah kasus tangkap tangan jual beli jabatan oleh Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) tidak kembali terulang di masa mendatang.

"Menteri harus berani mengambil jarak dengan partai politik. Kedekatan dengan partai politik seringkali menjadi penyebab adanya influence trading," tegas dia.

Menurut dia, keberadaan inspektorat juga harus menjadi perhatian bersama. Karena desain kelembagaan inspektorat  di bawah Menteri menjadi persoalan, independensinya tidak terjamin.

"Menteri bisa jadi menjadi bagian dari perilaku korup di lingkungan kementerian," kritiknya.

Di tingkat daerah, imbuh dia, inspektorat bak macan ompong. "Tak banyak gunanya karena tak mampu melawan (mengawasi) Sekda dan Kepala Daerah yang menjadi atasannya. Begitu pula di tingkat dinas (OPD)," tegasnya.

Baca: Menteri Agama Lukman Hakim Enggan Berkomentar Terkait Dugaan Kasus Jual Beli Jabatan Rektor UIN

Halaman
123
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved