Rendhika Serap Aspirasi Pekerja Migran Indonesia di Luar Negeri

Anggota DPRD DKI dari Fraksi PPP ini mengatakan dari hasil silahturahmi tersebut dirinya mengetahui beberapa saran serta masukan para PMI di Singapura

Rendhika Serap Aspirasi Pekerja Migran Indonesia di Luar Negeri
Istimewa
Rendhika D Harsono bersilaturahmi dengan para Pekerja Imigran Indonesia (PMI) di Singapura, Minggu (7/4/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rendhika D Harsono bersilaturahmi dengan para Pekerja Imigran Indonesia (PMI) di Singapura, Minggu (7/4/2019). Kedatangannya dalam rangka menyerap aspirasi WNI, khususnya yang bekerja di luar negeri.

Anggota DPRD DKI dari Fraksi PPP ini mengatakan dari hasil silahturahmi tersebut dirinya mengetahui beberapa saran serta masukan para PMI di Singapura.

Baca: KPK Tegaskan Tidak Ada Toleransi Bagi Korupsi Meskipun Hanya 1 Dolar

"Salah satunya PMI di Singapura berterima kasih kepada Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang sejak tahun 2012 telah menghapus terminal khusus TKI yang rawan akan terjadinya pemerasan, diskriminasi dan korupsi yang dilakukan oknum-oknum aparat," kata Rendhika yang kebetulan maju sebagai calon legislator DPR di DKI 2.

Selain itu, kepada Rendhika, para PMI di Singapura juga meminta pemerintah Indonesia lebih menggencarkan sosialisasi UU Ketenagakerjaan No. 39 Tahun 2004 melalui KBRI atau pihak terkait.

Baca: Respons Surat SBY, Maruf Amin Anggap Kubu Prabowo-Sandiaga Tidak Solid

Menurut mereka hal itu penting dilakukan agar para PMI memahami perkembangan peraturan di Indonesia dan menyesuaikan dengan aturan yang berlaku di negara tempat mereka bekerja.

"Jangan sampai WNI yang bekerja di luar negeri tidak tahu harus bagaimana ketika mereka sedang menghadapi masalah," tukasnya.

Baca: 15 April 2019 Tanggal Keramat Iwan Fals Tentukan Pilihan Jokowi atau Prabowo, Begini Faktanya

Di kesempatan yang sama, Emilda Rozali, salah satu WNI yang menetap dan bekerja di Singapura mengatakan ia dan PMI lainnya lebih semangat bekerja dengan adanya pembinaan dan pendampingan yang lebik baik dari pemerintah sekarang ini.

Menurutnya pembinaan dan perlindungan terhadap WNI di luar negeri sangat dibutuhkan dan bukti keberpihakan pemerintah.

"Contohnya di Singapura, pemerintahnya sangat ketat menyeleksi PMI yang bekerja disini. Meskipun demikian, jumlahnya pun dari tahun ke tahun jumlahnya di Negeri Singa ini selalu bertambah, sekaligus meyakinkan bahwa tenaga Kerja asal Indonesia siap bersaing," ujarnya. (*)

Penulis: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved