Sindikat Perdagangan Orang ke Timur Tengah Raup Keuntungan Miliaran Rupiah, Korban Ratusan Orang

Jaringan Maroko, Suriah, Arab Saudi, dan Turki dalam kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) masing-masing diperkirakan ratusan juta

Sindikat Perdagangan Orang ke Timur Tengah Raup Keuntungan Miliaran Rupiah, Korban Ratusan Orang
WARTA KOTA/Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Sejumlah Tersangka dihadirkan saat penungkapan tindak pidana perdagangan orang di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/4). Bareskrim Polri berhasil melakukan pengungkapan tindak pidana perdagangan orang jaringan Maroko, Turki, Suriah dan Arab Saudi dengan mengamankan sebanyak delapan orang tersangka serta menyelamatkan ratusan orang dari kasus tersebut. Korban didominasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang dijanjikan menjadi pekerja rumah tangga. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaringan Maroko, Suriah, Arab Saudi, dan Turki dalam kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) masing-masing diperkirakan telah meraup untung sebesar Rp 600 juta- Rp 1,5 miliar.

Pelaku mengiming-imingi korbannya dengan pekerjaan sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di luar negeri dengan nominal tertentu.

"Jaringan Maroko itu bisa meraih keuntungan dalam beberapa tahun saja hampir satu miliar, Rp 1,5 miliar," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo saat konferensi pers di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/4/2019).

Baca: Derita Korban Perdagangan Orang Sindikat Timur Tengah yang Diperkerjakan Ilegal di Enam Negara

"Untuk jaringan Suriah Rp 900 juta, jaringan Turki sama hampir Rp 750 juta, jaringan Arab Saudi hampir Rp 600 juta," sambung dia.

Dalam kasus tersebut, polisi sudah menangkap 8 tersangka selama bulan Maret 2019.

Baca: Polisi Ungkap Sindikat Internasional Perdagangan Orang Dengan Korban Lebih dari Seribu Orang

Untuk jaringan Maroko, mereka menangkap dua tersangka yang terdiri dari Mutiara binti Muhammad Abas dan Farhan bin Abuyarman.

Keduanya ditangkap di Nusa Tenggara Barat. Tersangka Mutiara diketahui telah mengirimkan 300 orang selama 2016-2019.

Ia mendapatkan keuntungan sebesar Rp 3 juta per orang dan telah mengumpulkan sekitar Rp 900 juta selama periode itu.

Sementara tersangka Farhan telah mengirim 200 orang selama 2015-2018. Ia juga mendapatkan Rp 3 juta dari setiap orang yang dikirimnya, dengan total keuntungan Rp 600 juta.

Jaringan kedua adalah Suriah. Untuk jaringan ini, satu tersangka dengan inisial Muhammad Abdul Halim Herlangga alias Erlangga ditangkap di Tangerang.

Halaman
12
Editor: Sugiyarto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved