PSI: Perbaikan Politik Bukan Suatu Hal yang Mustahil

Dalam kesempatan itu, Grace menyatakan, banyaknya orang yang mulai kehilangan harapan pada partai dan wakilnya di parlmen menjadi alasan PSI berdiri.

PSI: Perbaikan Politik Bukan Suatu Hal yang Mustahil
Istimewa
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie dalam pidato politik berjudul “Beda Kami-PSI-dengan Partai Lain” di Festival 11 di Medan, Sumatra Utara, pada Senin (11/3/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, menyatakan, PSI berdiri pada masa pancaroba politik, yaitu di saat orang mulai kehilangan harapan pada partai dan wakil mereka yang duduk di parlemen.

Namun, menurut Grace, perbaikan politik bukan suatu hal yang mustahil.

Untuk itu, Kata Grace, PSI menjadi partai politik yang akan membawa perubahan politik yang baik untuk Indonesia.

Hal itu disampaikan Grace dalam pidatonya dihadapan dua ribu lima ratus pengurus, kader dan simpatisan PSI pada acara Festival 11 di Jakarta Internasional Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (11/04/2019) malam.

Dalam kesempatan itu, Grace menyatakan, banyaknya orang yang mulai kehilangan harapan pada partai dan wakilnya di parlmen menjadi alasan PSI berdiri.

Baca: Memilih Siapa di Pilpres 2019 Nanti? Gatot Nurmantyo Merasa Pekewuh dengan Jokowi dan Prabowo

PSI ingin mengembalikan kepercayaandan harapan orang bahwa politik terlalu penting untuk ditinggalkan dan layak untuk diperjuangkan. Untuk itu, perbaikan politik bukan suatu hal yang mustahil.

“Tapi justru karena alasan itulah kita berdiri, kita ingin mengembalikan kepercayaan, harapan orang, bahwa politik terlalu penting untuk ditinggalkan, bahwa kekuasaan politik layak diperjuangkan untuk kepentingan bersama. Bahwa perbaikan politik itu bukan sesuatu yang mustahil,” ujar Grace Natalie.

Lebih lanjut, kata Grace, memulihkan kepercayaan kepada politik dan demokrasi adalah upaya PSI menyelamatkan masa depan bangsa ini dari ancaman terbesar persatuan Indonesia dari ideologi ekstrim, ideologi intoleran, ideologi yang menawarkan ilusi tentang kemuliaan tapi sesungguhnya hanya akan membawa kehancuran sebagaimana kita lihat di Irak dan Suriah.

Untuk itu, negeri kita harus diselamatkan, harapan terhadap politik dan terhadap demokrasi harus tetap di nyalakan.

“Memulihkan kepercayaan kepada politik dan demokrasi adalah upaya PSI menyelamatkan masa depan bangsa ini dari ancaman terbesar persatuan Indonesia dari ideologi ekstrim, ideologi intoleran, ideologi yang menawarkan ilusi tentang kemuliaan tapi sesungguhnya hanya akan membawa kehancuran sebagaimana kita lihat di Irak dan Suriah. Negeri kita harus diselamatkan, harapan terhadap politik dan terhadap demokrasi harus tetap kita nyalakan,” tegas Grace yang juga Caleg DPR RI Dapil DKI 3 ini.

Sementara, hadir dalam acara festival 11 itu Sekjen PSI Raja Juli Antoni, jajaran pengurus DPP PSI dan para juru bicara PSI.

Pakar Komunikasi Ade Armando, Aktivis Perempuan Neng Dara Affiah, Pakar Pendidikan Henny Supolo, dan Pendiri Partai Amanat Nasional Abdillah Toha. 

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved