Eksklusif Tribunnews

Eksklusif dengan dua Komisioner KPU Tentang Pencoblosan di Luar Negeri: Meriah, Antusiasme Pemilih

Sehingga entah surat suaranya di bawa keluar. Itu bagi kami tidak masuk ke proses Pemilu, berapapun jumlahnya surat suara yang tercoblos itu

Eksklusif dengan dua Komisioner KPU Tentang Pencoblosan di Luar Negeri: Meriah, Antusiasme Pemilih
HANDOUT
Proses pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN) di Kota Baghdad hari Jumat (12/4/2019). 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Pelaksanaan Pemungutan suara Pemilu luar negeri sudah dilakukan sejak tanggal 8 - 14 April 2019 kemarin. Pencoblosan di luar negeri dilaksanakan lebih awal dibanding dalam negeri atau disebut early voting. Ada 130 titik pemungutan di luar negeri yang tersebar di lima benua.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menilai pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2019 di luar negeri berjalan baik. 130 Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) dianggap menjalankantugasnya dengan baik.  

Tak hanya itu, para WNI di luar negeri juga dinilai tertib dalam menyalurkan hak pilihnya di tiga metode pemungutan suara. Yaitu TPS, Kotak Suara Keliling (KSK), dan Pos. Berikut, petikan tanya jawab bersama dua Komisioner KPU RI Viryan Azis dan Pramono Ubaid di KPU RI, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).

Menurut Anda pelaksanaan tahapan Pemilu di Luar Negeri?
Meriah, kita senang.

Kinerja PPLN bagaimana?
Bagus. Dari 130 PPLN sebagian besar bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik. Kami mengapresiasi kepada PPLN dan pemilih di LN yang menggunakan hak pilihnya secara tertib.  Memang ada di beberapa titik, dari 130 itu tak banyak. Yang masalah itu kita akan selesaikan.

Misalnya kasus di Malaysia. Kemudian di Sydney, Osaka. Itu kan, salah paham ya. Tapi sudah diberikan penjelasan oleh PPLN kami. Masyarakat kan kadang juga tidak tertib.

Baca: Maju Jadi Caleg, Ini Alasan Para Selebriti Tanah Air Meriahkan Panggung Politik 2019

Misalnya sudah disampaikan pengurusan A5 sebagai dokumen kalau mau pindah memilih. (Mereka) datang ke KKPS LN, tak bawa A5, marah-marah, ini hak warga negara. Putusan MK kan sudah jelas pindah memilih dibatasi, kalau semua orang serta merta minta itu dan dilayani itu bisa jadi ada masalah. Kita perlu mengidentifikasi.

Di luar negeri ada pemilih saat mencoblos kemudian didokumentasikan?
Tidak boleh. Dia menciderai hak-nya sendiri. Hak piilih itu rahasia. dengan dia menyampaikan itu pertama bisa benar, bisa tidak, kan belum tahu juga. Prinsipnya semua harus direspons cepat dengan prinsip-prinsip ke-hati-hatian.

Apa boleh membawa handphone ke bilik suara?
Tidak boleh. Tapi untuk pemilu di Luar Negeri kan teman-teman bisa liat banyak sekali antreanya, ribuan. Mungkin itu ada yang terlewati di cek sama jajaran kami, tapi secara substansi nggak boleh bawa gadget atau memfoto. Namun kalau sudah terjadi kita bisa menilai seperti itu kualitas pemilih yang demikian.

Halaman
123
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved