Pemilu 2019

Gelar Apel Pasukan Pengamanan Pencoblosan, Kapolres Jaksel Antisipasi Gerakan 'Rabu Putih'

Indra Jafar menduga memang akan ada pihak-pihak tertentu yang menginginkan Pemilu 2019 berjalan tidak lancar

Gelar Apel Pasukan Pengamanan Pencoblosan, Kapolres Jaksel Antisipasi Gerakan 'Rabu Putih'
Tribunnews.com/ Amriyono
Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Indra Jafar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar memimpin apel pasukan pengamanan pencoblosan, di Mapolres Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (16/4/2019).

Dalam kesempatan itu, Indra Jafar menyampaikan kepada para personelnya untuk mengantisipasi adanya gerakan 'Rabu Putih'.

Baca: Zulkifli Hasan dan Sandiaga Uno Kompak Pakai Kemeja Biru Muda saat Bahas Pemilu Damai

Menurut Indra Jafar, gerakan itu mesti diwaspadai, terutama apabila tujuannya adalah menghambat kelancaran pemungutan suara.

"Berbagai macam berdasarkan informasi intelijen tentunya yang perlu kita antisipasi, pertama kita tahu kita dengar ada upaya atau rencana dari kelompok-kelompok tertentu dan mereka menamakan 'Rabu putih' yang starting mungkin dari tempat ibadah kemudian ke TPS yang tujuannya tentunya ingin menghambat kelancaran daripada kegiatan pemungutan suara," ujar Indra Jafar, di lokasi, Selasa (16/4/2019).

Indra Jafar menegaskan mobilisasi massa ke tempat pemungutan suara (TPS) dalam masa pencoblosan ataupun setelahnya tidak diperbolehkan.

Alasannya, kata dia, mobilisasi massa itu dapat mengganggu psikologis para pemilih serta menimbulkan gesekan dengan pendukung pemilih lain yang ada di TPS

"Ini tidak dibenarkan, karena ini tentunya akan mengganggu secara psikologis kepada calon-calon pemilih," kata Indra Jafar

Lebih lanjut, Indra Jafar menduga memang akan ada pihak-pihak tertentu yang menginginkan Pemilu 2019 berjalan tidak lancar.

Baca: Saat Ditanya Anies Baswedan soal Cita-cita, Siswa SDN di Kepulauan Seribu : Mau Jadi Jokowi

Oleh karena itu, Indra Jafar meminta jajarannya untuk waspada dan menjaga kelancaran pesta demokrasi di DKI Jakarta, terutama di wilayah hukum Jakarta Selatan.

"Kalau kita mengikuti mulai dari awal dimulai pentahapan pemilu sampai dengan kegiatan kampanye berakhir kemarin tanggal 13 (April) ya memang masih ada pihak-pihak tertentu yang ingin kegiatan pesta demokrasi ini tidak kondusif. Sehingga kita yang diberikan amanah ini harus pandai atau mensikapi agar kita bisa tetap menjaga atau memelihara kondusifitas khususnya di wilayah DKI Jakarta," tutur Indra Jafar.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved