Mahfud MD Ajak Mahasiswa ITB Mewarisi Sikap Kebangsaan dan Kenegaraan Bung Karno dan Habibie

Mahfud mengatakan bahwa Bung Karno yang awalnya pernah mempunyai gagasan agar Indonesia menjadi negara sekuler seperti Turki

Mahfud MD Ajak Mahasiswa ITB Mewarisi Sikap Kebangsaan dan Kenegaraan Bung Karno dan Habibie
Ist
Mahfud MD bersama Wakil Rektor Bidang Akademik dan Administrasi Umum ITB usai memberi kuliah umum di kampus tersebut di Bandung. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang 

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Keluarga besar ITB (Institut Teknologi Bandung) patut berbangga karena mempunyai dua alumni yang ikut merumuskan konsep jati diri bangsa dan kemerdekaan negara Indonesia dengan geopolitiknya serta membangun demokrasi dan menjadi Presiden Republik Indonesia yakni Ir. Soekarno alias Bung Karno dan Prof. BJ Habibie

 Demikian mantan Ketua Mahkamah Konsitusi Mahfud MD saat memberi Studium Generale di hadapan sivitas akadamika di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) Rabu, 24 April 2019, pagi ini.

 Mahfud mengatakan bahwa Bung Karno yang awalnya pernah mempunyai gagasan agar Indonesia menjadi negara sekuler seperti Turki yang dibangun oleh Kemal Attaturk itu kemudian, setelah berdiskusi panjang dengan tokoh-tokoh Islam dan tokoh-tokoh bangsa yang lain, menemukan formula yang pas untuk menyatukan Indonesia yang sangat majemuk yakni negara yang berketuhanan. 

 “Negara Indonesia kemudian dibangun bukan sebagai negara agama dan bukan negara sekuler, melainkan negara berketuhanan yang kemudian disebut sebagai negara Pancasila,” kata Mahfud sambil bercerita betapa besar peran dan pengorbanan Bung Karno untuk membangun Indonesia sebagai negara yang berdaulat dan bangsa yang bermartabat. 

 Oleh karena kecintaannya kepada bangsa dan negara, Bung Karno juga rela melepas jabatannya sebagai Presiden tanpa membuat keributan, bahkan sampai menjalani tahanan rumah, tambah Mahfud.

 Alumnus ITB lainnya yang juga patut dibanggakan adalah BJ Habibie yang menggantikan Pak Harto pada 21 Mei 1998. 

 Sebenarnya secara konstitusional waktu itu Habibie punya hak untuk menjadi Presiden sampai tahun 2003. 

Baca: Ratusan Relawan Prabowo-Sandi Penuhi Padepokan Pencak Silat

Tetapi demi melaksanakan reformasi dan membangun demokrasi Habibie mempercepat pemilu agar rakyat Indonesia memilih Presiden baru dan anggota DPR/MPR baru melalui pemilu tahun 1999. 

 “Dari masa jabatan yang tersisa 58 bulan sebagai Presiden dalam praktiknya Habibie hanya mengambil jabatan itu selama 17 bulan,” tambah Mahfud.

 Tapi, kata Mahfud, dalam masa tugasnya yang tak sampai dua tahun itu Habibie membangun demokrasi, memberi perlindungan terhadap HAM, membebaskan tahanan politik, membuka keran kebebasan pers, memberi kebebasan berserikat dan berpendapat.

 Itulah dua alumnus ITB yang sangat berjasa dan harus menginspirasi warga ITB dalam memajukan bangsa dan negara. 

 “Para mahasiswa ITB harus mewarisi semangat kebangsaan dan kenegarawanan Bung Karno dan Habibie,” kata Mahfud. 

 Mahfud MD hadir ke ITB untuk memberikan kuliah umum tentang wawasan kebangsaan atas undangan Rektor ITB Prof. Kadarsah. 

 Selain Pimpinan ITB hadir juga ratusan mahasiswa, dekan Fakultas, guru besar, dan dosen-dosen ITB.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved