Peace Winds Japan dan ACT Resmikan 160 Unit Shelter untuk Penyintas Bencana Palu

Gempa bumi yang melandan Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Sigi, Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 silam masih hangat dalam ingatan kita. Sejak

Peace Winds Japan dan ACT  Resmikan 160 Unit Shelter untuk Penyintas Bencana Palu
ACT
Peace Winds Japan dan ACT Resmikan 160 Unit Shelter untuk Penyintas Bencana Palu 

Gempa bumi yang melandan Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Sigi, Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 silam masih hangat dalam ingatan kita. Sejak hari pertama  bencana, Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah hadir untuk merespon bencana yang merusak meluluhlantakan ribuan rumah warga dan menelan ribuan korban jiwa. Lebih dari 6 bulan pasca bencana, ACT terus membersamai para penyintas.

Kali ini, dalam rangkaian percepat pemulihan pascabencana, Aksi Cepat Tanggap berkolaborasi  dengan lembaga kemanusiaan Peace Winds Japan (PWJ) membangun sebuah kompleks Hunian Nyaman Terpadu atau Integrated Community Shelter (ICS) di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Hunian Nyaman Terpadu ini mampu menampung 160 Kepala Keluarga (KK). Untuk memberikan rasa aman dan nyaman, hunian ini dilengkapi fasilitas yang memadai seperti ketersediaan klinik kesehatan, kelas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), fasilitas air dan mandi cuci kakus (MCK), tempat bermain anak, dapur umum, serta masjid.

“Pada 30 September 2018, salah satu mitra ACT, Peace Winds Japan datang untuk memberikan dukungan dan bantuan kemanusiaan bersama dengan ACT sejak awal fase emergency di Lombok hingga fase pemulihan di Palu,” ujar Senior Vice President Global Distribution Program ACT, N. Imam Akbari .

Sejalan dengan itu, Staf Ahli Bidang Pemerintahan kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Norma Mardjanu menyampaikan apresiasinya kepada ACT dan Peace Winds Japan yang hingga kini terus peduli terhadap para korban bencana alam di Sulawesi Tengah dengan membangun hunian sementara.

“Saya meminta kepada para penghuni yang menempati hunian nyaman terpadu ini agar hunian ini benar-benar dijaga dan dirawat serta digunakan sebaik mungkin,” ungkapnya saat peresmian ICS tersebut.

Direktur Overseases Program Peace Wind Japan (PWJ), Rika Yamamoto menyampaikan, lembaga PWJ terpanggil untuk membantu warga di Pasigala lewat ACT. Hal ini karena melihat kondisi kebencanaan yang dialami di daerah ini, hampir sama dengan yang dialami Jepang pada 2011 silam.

“Lembaga kami memang konsen kepada kebencanaan, pada bencana gempa dan tsunami di Jepang, Peace Wind Japan juga turun langsung membantu para korban bencana,” jelasnya.

Saat ini ACT telah membangun 11 lokasi Kompleks hunian nyaman terpadu yang tersebar di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala dengan total shelter yang dibangun sebanyak 1.026 unit. Director of Program ACT  Bambang Triyono menambahkan,

“Kolaborasi ini adalah salah satu wujud dari komitmen kami untuk memberikan bantuan sebanyak mungkin orang. Harapan kami, fasilitas komunal ini memberikan manfaat, dapat membantu perbaikan taraf hidup dan dapat memberikan harapan yang lebih baik bagi kehidupan mereka di masa depan. ACT selalu total dalam menangani krisis kemanusiaan, termasuk dalam kebencanaan di sini. Harapan kami kedepannya, masyarakat dan pelaku usaha lain pun dapat mengikuti jejak yang dilakukan PWJ agar masalah hunian bagi para korban cepat terselesaikan,” tutup Bambang. (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved