Viral Video Pilot Pukul Staf Hotel, Lion Air Temui Keluarga Korban, Minta Maaf dan Turut Prihatin

Viral video pilot Lion Air pukul staf hotel karena baju yang tak licin setelah disetrika oleh staf hotel. Pihak Lion Air Temui Keluarga Korban

Viral Video Pilot Pukul Staf Hotel, Lion Air Temui Keluarga Korban, Minta Maaf dan Turut Prihatin
Facebook/Sandi Hermawan
VIRAL Video Detik-detik Pilot Lion Air Pukul Staf Hotel di Surabaya 

Viral video pilot Lion Air pukul staf hotel karena baju yang tak licin setelah disetrika oleh staf hotel. Pihak Lion Air temui keluarga korban pemukulan.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Manajemen Lion Air menyampaikan informasi terbaru terkait penanganan seorang pilot berinisial AG yang telah melakukan tindakan berupa pemukulan kepada pegawai laki-laki di sebuah hotel di Surabaya, Jawa Timur.

Corporate Communications Strategic, Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan pihaknya telah bertemu secara langsung dengan manajemen hotel, pihak keluarga dan pegawai hotel dimaksud.

“Lion Air menyampaikan permohonan maaf dan turut prihatin kepada salah satu pegawai hotel tersebut,” katanya, Jumat (3/5/2019).

Baca: Viral Pilot Lion Air Diduga Tampar Staf Hotel, Pihak Maskapai Beri Sanksi, Pelaku Dinonaktifkan

Baca: Tampar Pegawai Hotel 3 Kali Gara-gara Baju Kusut, Ini Sanksi Berat yang Diterima Pilot Lion Air

Baca: FAKTA TERBARU Video Viral Pilot Lion Air Pukul Staf Hotel Wanita di Surabaya, AG Terancam Dipecat!

Pertemuan bersama dilaksanakan merupakan bagian dari langkah untuk mengumpulkan data, informasi dan keterangan lain yang dibutuhkan guna kepentingan penyelidikan atau investigasi lebih lanjut.

Izin Terbang Dihentikan

Manajemen Lion Air sebelumnya menyatakan sudah menghentikan sementara izin terbang pilot berinsial AG yang diduga memukul seorang pegawai hotel di Surabaya, Jawa Timur.

"Atas hal tersebut, Lion Air sudah melaksanakan aturan perusahaan dengan tidak menugaskan AG sesuai profesinya atau tidak memberikan izin tugas terbang (grounded)," ujar Danang.

Menurut Danang, hingga saat ini pihaknya masih melakukan proses pengumpulan data, informasi, dan keterangan lain guna kepentingan investigasi atau penyelidikan lebih lanjut.

Halaman
12
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Yudie Thirzano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved