Lebaran 2019

14,9 Juta Orang Akan Mudik dari Jakarta, Menhub Wacanakan Ganjil Genap dan Sistem Satu Arah

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mewacanakan dua sistem lalulintas pada saat mudik lebaran 2019 nanti.

14,9 Juta Orang Akan Mudik dari Jakarta, Menhub Wacanakan Ganjil Genap dan Sistem Satu Arah
Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Ilustrasi: Kendaraan dari arah Jakarta mengantre di persimpangan pintu keluar tol Brebes Exit Timur atau Brexit, Jawa Tengah, Jumat (23/12/2016) sore. 

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG  - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mewacanakan dua sistem lalulintas pada saat mudik lebaran 2019 nanti.

Konsep lalu lintas tersebut adalah adalah sistem ganjil genap, yang kedua adalah kita lakukan dengan konsep satu arah.

"Intinya kita ingin penyelenggaraan arus mudik dan balik bisa dilaksanakan dengan baik. Tahun ini durasi arus mudik lebih panjang daripada arus balik yang lebih singkat. Pada saat arus mudik, ada dua konsep untuk membuat arus lebih lancar," kata Budi Karya dalam keterangan persnya, Minggu (5/5/2019).

Terkait dengan kelaikan kendaraan terutama bus pariwisata, Menhub mengatakan pihaknya telah mengimbau agar para operator bus pariwisata juga melakukan self assesment terhadap kelaikan kendaraannya sendiri.

Baca: Hasil Rekapitulasi Suara PPLN Singapura, Jokowi-Maruf Unggul dari Prabowo-Sandiaga

Baca: Klasemen Moto GP Usai Race Spanyol, Marc Marquez Rebut Posisi Puncak

Baca: Wejangan Romantis Sandiaga Uno di Pernikahan Putri Aa Gym Bikin Pengantin Tersenyum

Baca: Talenta Pemain Berdarah Batak Bikin Klub Inggris Kepincut hingga Berikan Kontrak

"Kami minta para pemilik bus pariwisata melakukan ramcheck sendiri. Setelah itu jajaran kepolisian dan Dinas Perhubungan juga melakukan ramcheck," kata Menhub. "Kemudian pada hari H, kita sampaikan pada mereka kita lakukan law enforcement, apabila ada bus pariwisata yang nekad mengoperasikan kendaraan tanpa stempel ramcheck (sticker lolos uji kelaikan) akan ditindak," tegasnya.

Jika hal ini dilakukan secara intensif, diharapkan tidak terjadi lagi rem blong dan sebagainya.

Mudik tahun ini, jelasmnya, transportasi darat tetap menjadi primadona bagi masyarakat, mengingat infrastruktur jalan sudah cukup bagus, tol trans jawa sudah tersambung dari ujung barat ke ujung timur.

Meski demikian, pemerintah tetap menghimbau agar masyarakat yang akan mudik untuk menggunakan angkutan umum bus, kereta api, atau yang lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, dari hasil survey Balitbanghub, menyebutkan bahwa total jumlah pemudik dari Jabodetabek sebanyak 14,9 juta, dengan tiga Provinsi tujuan mudik terbesar yaitu ke Jawa Tengah sebanyak 5,6 juta lebih pemudik atau 37,68 persen dari total pemudik Jabodetabek, Jawa Barat (3,7 juta lebih/24,89 persen), dan Jawa Timur (1,6 juta lebih/11,14 persen).

Di Jawa Tengah terdapat tiga kota tujuan terbanyak yaitu Surakarta sebanyak 642 ribu lebih pemudik atau sekitar 4,31 persen dari total pemudik Jabodetabek, Semarang (563 ribu lebih/3,78 persen), dan Tegal (354 ribu lebih/2,38 persen).

Puncak arus mudik diprediksi jatuh pada hari Jumat tgl 31 Mei 2019 (H-5). Sedangkan puncak arus balik diprediksi akan jatuh pada Minggu, 9 Juni 2019 (H+3). Diperkirakan mobil pribadi akan lewat tol trans Jawa.

Dirjen Budi menjelaskan beberapa langkah yang dapat ditempuh dalam rangka manajemen rekayasa lalu lintas di jalan nasional. Antara lain: Pengalihan Arus Lalu Lintas dari jalur Utama ke jalan-jalan alternatif; Sistem Satu Arah; Pembatasan lokasi-lokasi putar arah (U-Turn); Buka Tutup Arus Lalu Lintas Pada Jalan Arteri Untuk Memberi Prioritas Pada Jalur Yang di Utamakan; Pengaturan lalu lintas di lokasi-lokasi pasar tumpah; Pembatasan Operasional Angkutan Barang; Pelarangan/Pembatasan Kendaraan Tidak Bermotor di Jalan Utama; Menutup semua UPPKB dan dijadikan Rest Area; dan Optimalisasi Jalur Alternatif.

Penulis: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved