Penangkapan Terduga Teroris

Warga: Terduga Teroris di Bekasi Sangat Tertutup dan Baru Seminggu Mengontrak di Kios Kosong

Terduga teroris yang sempat mendiami kios kosong tersebut kata Maryani cenderung tertutup

Warga: Terduga Teroris di Bekasi Sangat Tertutup dan Baru Seminggu Mengontrak di Kios Kosong
ISTIMEWA
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BABELAN - Warga Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, digegerkan dengan operasi penangkapan terduga teroris di sebuah bangunan kios di Jalan Pasar Babelan, Sabtu (4/5/2019).

Maryani warga yang tinggal dekat lokasi pengrebekan terduga teroris mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada dini hari. Dia saat itu melihat sejumlah personil kepolisian dengan senjata lengkap menggerebek TKP.

"Saya baru tahu pas mau pagi, udah banyak polisi ramia dari Densus," kata Maryani, Minggu (5/5/2019).

Dia menjelaskan, kios tempat penggerebekan terduga terorisi itu sudah lama kosong. Sejak satu minggu yang lalu, dua orang pemuda memang nampak beraktivitas di kios tersebut.

"Paling baru seminggu ditempatin lagi sebelumnya kosong udah lama, dulu pernah jadi tempat jualan kusen, bengkel, tapi abis itu kosong aja," jelas dia.

Terduga teroris yang sempat mendiami kios kosong tersebut kata Maryani cenderung tertutup tidak pernah terlihat beraktivitas atau bersosialisasi dengan warga sekitar.

"Aktivitasnya enggak ada, kalau siang juga ketutup malam juga ketutup cuma ada yang tinggal di situ aja," ungkap dia.

Adapun untuk ciri-ciri terduga teroris yang mendiami kios kosong itu memiliki perawakan tinggi sedang, umur sekita 30 tahunan.

Baca: Tiga Terduga Teroris yang Ditangkap di Bekasi dan Tegal Akan Serang Polisi saat Pengamanan Pemilu

"Masih pada muda mas, cowo semua cuma jarang keliatan si saya aja yang deket satu baru sekali aja ngeliat," ucap dia.

Adapun kejadian penggerebekan kemarin kata Maryani sempat membuat geger warga. Dia bahkan beberapa kali bertanya kepada personil kepolisian yang ada di lokasi tapi tak ada jawaban secara pasti.

"Bilangnya (polisi) cuma enggak ada apa-apa, saya juga waktu itu tutup warung soalnya takut," ungkapnya.

Ketika aksi penggerebekan juga tidak suara gaduh seperti letupan senjata api, saat itu hanya terdengar suara ramai anggota personil kepolisian yang memenuhi sekitar tempat kejadian perkara.

"Enggak ada suara tembakan, cuma ramai aja polisi pada pakai senjata, kejadiankan malam (dini hari), enggak ada yang tahu persis gimana-gimananya," jelas dia.

Editor: Sanusi
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved