Kasus Ratna Sarumpaet

Jaksa: Kuasa Hukum Coba Giring Fakta Ratna Sarumpaet Lakukan Kebohongan dalam Kondisi Tak Sehat

Jaksa menilai ada upaya dari kuasa hukum Ratna Sarumpaet untuk mengarahkan fakta persidangan.

Jaksa: Kuasa Hukum Coba Giring Fakta Ratna Sarumpaet Lakukan Kebohongan dalam Kondisi Tak Sehat
Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Daroe Tri Darsono dalam kasus penyebaran hoaks atas terdakwa Ratna Sarumpaet, ditemui pasca persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Daroe Tri Darsono menilai ada upaya dari kuasa hukum terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet untuk mengarahkan fakta persidangan.

Daroe melihat kuasa hukum Ratna Sarumpaet berusaha membuktikan kebohongan kliennya dilakukan dalam kondisi tidak sehat.

Akan tetapi, kesaksian dari dokter psikiater Fidiansyah justru menguatkan bahwa Ratna Sarumpaet melakukan kebohongan dalam kondisi depresi terkontrol.

Baca: Generasi Anak Bangsa Gelar Aksi Dukung KPU Setelah Aksi Kivlan Zen dan Egi Sudjana Batal

"Iya (ada upaya penggiringan), tapi faktanya dokter berkali-kali memastikan bahwa beliau ini statusnya depresi terkontrol. Konsentrasinya bagus itu artinya bahasa-bahasa dalam dunia psikiatri itu menunjukkan bahwa seseorang dia (Ratna) mengerti betul yang dia pikirkan, dia lakukan, dan dia ucapkan," ujar Daroe, usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019).

Ia menilai penggiringan itu dilakukan kuasa hukum Ratna agar hakim menilai yang bersangkutan melakukan kebohongan dalam kondisi yang tak mampu bertanggung jawab atas perbuatannya.

Namun, berdasarkan kesaksian Fidiansyah, Ratna Sarumpaet justru diketahui berada dalam kondisi depresi terkontrol.

Baca: Kivlan Zen: Andi Arief Setan Gundul, Masa Kita Dibilang Setan Gundul

Sehingga, ia dinilai bertindak dalam kendali dirinya sendiri.

Selain itu, Daroe juga menegakan pemberian obat anti depresan kepada ibunda Atiqah Hasiholan itu dilakukan saat masih terkontrol dan bukannya kondisi depresi parah.

"Dokter memberikan obat itu karena (Ratna) dalam kondisi depresi. Tapi dokter mengatakan depresinya terkontrol artinya tidak sampai hal-hal berlebihan yang di luar kendalinya. Tetep dalam kontrol diri yang bersangkutan," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved