Kasus Suap di Kementerian Agama

Romahurmuziy Kembali Mengeluh Sakit Kepada KPK

Romahurmuziy atau Romy kembali mengeluh sakit kepada KPK sehingga ia tidak bisa memenuhi pemeriksaan yang dijadwalkan penyidik, Rabu (8/5/2019).

Romahurmuziy Kembali Mengeluh Sakit Kepada KPK
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Tersangka kasus dugaan suap terkait seleksi pengisian jabatan di Kementerian Agama, Romahurmuziy berjalan memasuki gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan penyidik di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (3/5/2019) . KPK memeriksa Romahurmuziy sebagai tersangka terkait kasus dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama tahun 2018-2019. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - KPK menginformasikan bahwa tersangka kasus suap seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Romahurmuziy atau Romy kembali mengeluh sakit.

Hal tersebut mengakibat pemeriksaan terhadap Romahurmuziy yang dijadwalkan, Rabu (8/5/2019) batal dilakukan.

"Kemarin pemeriksaan terhadap RMY (Romahurmuziy) tidak jadi dilakukan karena RMY kembali mengeluh sakit sehingga pemeriksaan tidak jadi dilakukan dan kami melakukan pemeriksaan terhadap saksi Menteri Agama yang kemarin sudah hadir di sini," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019).

Baca: Sidang Joko Driyono Ditunda Akibat Saksi Berhalangan Hadir

Febri Diansyah pun memastikan bahwa Romahurmuziy tidak harus kembali menjalani perawatan di rumah sakit.

"Kemarin tidak ada informasi tersebut, jadi hanya keluhan sakit dan kami pandang sampai saat ini masih bisa ditangani di KPK. Jadi, tidak ada pembantaran," jelasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya tersangka Romahurmuziya telah dibantarkan penahanannya di RS Polri Jakarta Timur selama hampir satu bulan karena sakit.

KPK pun, Rabu (8/5/2015) kemarin juga telah memeriksa Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebagai saksi untuk tersangka Romahurmuziy.

Baca: Jaksa: Kuasa Hukum Coba Giring Fakta Ratna Sarumpaet Lakukan Kebohongan dalam Kondisi Tak Sehat

Terkait pemeriksaan Lukman, KPK mendalami empat hal.

Pertama, mengonfirmasi Lukman terkait penerimaan uang Rp 10 juta dari Haris Hasanuddin sebagai kompensasi atas terpilihnya Haris sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur.

Halaman
1234
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved