Polisi Cokok Dua Penyebar Hoaks Situng KPU Dikendalikan Bareskrim

Pelaku diduga menyebarkan informasi palsu atau hoaks melalui grup Whatsapp bernama "TOMPEK BAGURAU".

Polisi Cokok Dua Penyebar Hoaks Situng KPU Dikendalikan Bareskrim
Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap SG (47), pelaku penyebaran informasi palsu atau hoaks.

Hoaks yang disebar pelaku, yakni tentang Kantor Bareskrim Mabes Polri di Gambir jadi pusat kendali Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU.

"Subdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri telah melakukan penangkapan terhadap tersangka dengan inisial SG (47) pada hari Rabu tanggal 8 Mei 2019," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jln Trunojoyo, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Pelaku diduga menyebarkan informasi palsu itu melalui grup Whatsapp bernama "TOMPEK BAGURAU". Dedi mengungkapkan konten-konten tersebut disebarkan tersangka melalui grup tersebut.

Baca: Kivlan Zen Sebut SBY Licik, Ferdinand Hutahaean: Kita Jangan Menambah Lawan

"Pelaku diamankan di Prumpung Tengah Kelurahan Cipinang Besar Utara Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur, dengan barang bukti satu unit Handphone Samsung type J7 primer dan satu buah simcard Simpati," tutur Dedi.

Baca: Pembunuhan Istri dan Anak Tiri di Aceh Utara Dinilai Terencana, Polisi Beberkan Indikasinya

Dari hasil pemeriksaan pelaku mengaku hanya meneruskan postingan tersebut dari grup lainnya.

Baca: Lama Tak Jumpa, Suami Kalap Dengar Istrinya Saling Panggil Sayang dengan Wanita Lain

Sementara itu, secara paralel, polisi juga menangkap pelaku lainnya, yakni A (46). Dia diduga ikut menyebarkan hoaks tersebut melalui media sosial Facebook-nya atas nama Anisa Karina.

"Dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan mengaku hanya memforward postingan tersebut dari grup lainnya," ujar Dedi.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 14 Ayat (2) dan atau Pasal 15 Undang Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau pasal 207 KUHP dengan ancaman pidana penjara 3 tahun.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved