Dikritik ICW, Kepemimpinan Agus di KPK Dibela Ketua DPR

Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibawah pimpinan Agus Rahardjo sudah sangat baik.

Dikritik ICW, Kepemimpinan Agus di KPK Dibela Ketua DPR
WARTA KOTA/henry lopulalan
PUSAT ANTI KORUPSI-Ketua KPK Agus Rahardjo (kedua kanan) didampinggi Wakil Pimpinan KPK Basaria Panjaitan, Alexander Marwata, Saut Situmorang dan Laode Muhammad Syarif (kiri-kanan) saat peresmian Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi atau Anti Corruption Learning Center (ACLC) di Gedung KPK lama, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (26/11/2018). Peresmian Anti Corruption Learning Center (ACLC) untuk meningkatkan pencegahan dan pemahaman masyarakat terhadap kejahatan korupsi yang digagas lembaga anti rasuah tersebut adalah media pembelajaran antikorupsi online.-Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibawah pimpinan Agus Rahardjo sudah sangat baik.

Pernyataan Bamsoet tersebut merespon kritikan ICW yang menilai KPK kepemimpinan Agus belum maksimal, diantaranya rendahnya tuntutan pidana hingga adanya gejolak internal KPK.

"Menurut saya apa yang ada selama kepemimpinan sekarang sudah sangat bagus. Tiap kepemimpinan pasti ada plus minusnya dan menurut saya selama ini kepemimpinan pak Agus Rahardjo dan kawan-kawan masih baik dan bagus," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (13/5/2019).

Terkait adanya gejolak di internal KPK, menurut Bamsoet ssudah terjadi sejak lama dan bukan di bawah kepemimpinan Agus Rahardjo saja. Begitu juga dengan adanya sejumlah kasus yang mandeg.

"Menurut saya dulu juga banyak riak-riak dalam, dulu juga banyak yang belum selesai kasus-kasusnya dilanjutkan dengan pimpinan pak Agus dan kawan-kawan,"katanya.

Politikus Golkar itu mengatakan gejolak yang terjadi di internal KPK, tidal bisa dilihat secara parsial, melainkan harus secara keseluruhan. Karena gejolak tersebut bisa saja muncul di bawah kepemimpinan KPK periode sebelumnya.

Baca: Kivlan Zen Ngaku Siap Hadapi Tuduhan Makar

"Bisa jadi riak-riak ini lahir dari pada tumbuh daripada apa yang kepimimpinan yang lalu terjadi, jadi tidak bisa dinilai secara sekarang tapi juga harus secara keseluruhan,"pungkasnya.

Sebelumnya, ICW dan Transparency International Indonesia (TII) memberikan penilaian terhadap kinerja komisioner KPK selama dipimpin Agus Rahardjo Cs. Dari sektor penindakan, ICW dan TII menilai tuntutan hukum KPK masuk dalam kategori ringan.

Kemudian soal sumber daya manusia, pimpinan KPK saat ini lambat merespons dan seakan tidak memiliki komtimen dalam menyelesaikan kisruh dan dugaan penghambatan proses perkara yang terjadi.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved