Dikritik ICW, KPK Ucapkan Terima Kasih

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan wajar jika aspek-aspek tersebut disoroti oleh ICW.

Dikritik ICW, KPK Ucapkan Terima Kasih
Tribunnews.com/ Dennis Destryawan
Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantor KPK, Jakarta Selatan, Senin (29/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikritik Indonesian Corruption Watch (ICW) terkait rendahnya tuntutan pidana hingga gejolak internal selama kepemimpinan Agus Rahardjo Cs.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan wajar jika aspek-aspek tersebut disoroti oleh ICW.

"Tidak hanya ICW, semua warga atau kelompok harus menilai KPK dari approach masing-masing, dari sisi pendidikan, penindakan dan pencegahan," kata Saut kepada wartawan, Senin (13/5/2019).

Saut menitikberatkan soal sumber daya manusia hingga anggaran KPK. Menurutnya, untuk menyembuhkan Indonesia dari penyakit korupsi, diperlukan 20 ribu pegawai dan anggaran sebesar 0,2 persen dari total APBN.

Baca: Chacha Frederica Setia Temani Sang Suami Kampanye, Berhasilkah Dico Ganinduto jadi Anggota DPR?

Baca: Kivlan Zen: Saya Mayor Jenderal TNI yang Punya Kerja Nyata untuk Indonesia

Baca: Kronologi Penemuan Wanita Tewas Tanpa Busana di Sebuah Apartemen di Tangerang

"Dari sisi SDM yang saya minta 20.000 orang. Dari sisi APBN yang sebaiknya minimal 0,2 persen APBN dan lain-lain. Semua itu adalah harapan agar negeri ini cepat pulihnya," jelasnya.

Terkait penilaian itu, Saut mengucapkan terima kasih. "Jadi terima kasih buat ICW yang sudah mendorong agar KPK memiliki 'highly speed action than talkashow only', bagus itu."

Karena itu, dia mengajak agar para pemuda terbaik bergabung ke KPK. Dengan begitu, meyakini kasus korupsi di Indonesia akan semakin tergerus.

"Mari kita kirim sebanyak dan sebaiknya-baiknya pemuda Indonesia ke KPK biar KPK semakin keren karena memenjarakan lebih banyak lagi orang jahat, biar efek jeranya lebih cepat lagi," ujar Saut.

Sebelumnya, ICW dan Transparency International Indonesia (TII) memberikan penilaian terhadap kinerja komisioner KPK selama dipimpin Agus Rahardjo Cs. Dari sektor penindakan, ICW dan TII menilai tuntutan hukum KPK masuk dalam kategori ringan.

Kemudian soal sumber daya manusia, pimpinan KPK saat ini lambat merespons dan seakan tidak memiliki komtimen dalam menyelesaikan kisruh dan dugaan penghambatan proses perkara yang terjadi.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved