Kasus Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet Tak Pernah Izinkan Nanik S Deyang Unggah Foto Wajah Lebam ke Medsos

Wajah lebam Ratna bukan karena dianiaya, melainkan operasi plastik di klinik Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat.

Ratna Sarumpaet Tak Pernah Izinkan Nanik S Deyang Unggah Foto Wajah Lebam ke Medsos
TRIBUNNEWS/VINCENTIUS JYESTHA
Terdakwa kasus penyebaran hoaks, Ratna Sarumpaet, saat tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet mengaku kaget mengetahui foto wajah lebamnya menjadi viral di media sosial. Ia terkejut lantaran tidak menyebarluaskan fotonya tersebut di akun media sosial miliknya.

"Saya syok, saya enggak pernah kasih foto tersebut ke orang-orang," ujar Ratna dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2019).

Selain itu, ia juga mengaku kaget ketika Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN Prabowo-Sandiaga, Nanik S Deyang mengunggah foto wajah lebam Ratna ke akun Facebook dan direspon warganet.

"Nanik ngobrol sama saya, dimasukkan ke Facebook dan tiba-tiba dia bilang (foto wajah lebam) sudah di-like 95 orang," katanya.

"Saya enggak pernah kasih izin dan enggak ada yang izin ke saya," ujar Ratna.

Baca: Bachtiar Nasir Susul Habib Rizieq ke Arab Saudi?

Baca: Unggahan Atiqah Hasiholan Jelang Sidang Ratna Sarumpaet Disemangati Marcella Zalianty

Dia mengaku hanya mengirimkan foto wajah lebamnya kepada stafnya bernama Rubani, ajudan Djoko Santoso, Fadli Zon, Rocky Gerung, dan Said Iqbal.

"Tanggal 26 saya kirim (foto) ke Rocky Gerung. Saya kasih keterangan off the record, Fadli Zon tanggal 30, dan Said Iqbal tanggal 28," ujarnya.

Nanik S Deyang
Nanik S Deyang (Fahdi Fahlevi/Tribunnews.com)

Belakangan, Ratna mengakui bahwa dia telah berbohong menjadi korban penganiayaan.

Wajah lebamnya bukan karena dianiaya, melainkan operasi plastik di klinik Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat.

Ratna didakwa dengan Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana.

Halaman
123
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved