Kasus Pria Ancam Penggal Kepala Jokowi, Alasan HS Berani Keluarkan Ancaman hingga Reaksi BPN

Polisi terus mendalami kasus dugaan makar oleh Hermawan Susanto (HS), pria yang melontarkan ancaman untuk memenggal kepala Presiden Joko Widodo

Kasus Pria Ancam Penggal Kepala Jokowi, Alasan HS Berani Keluarkan Ancaman hingga Reaksi BPN
Twitter @yusuf_dumdum
Pemuda yang mengaku asal Poso ancam penggal kepala Jokowi. 

TRIBUNNEWS.COM - Polisi terus mendalami kasus dugaan makar oleh Hermawan Susanto (HS), pria yang melontarkan ancaman untuk memenggal kepala Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Terbaru, HS akhirnya mengungkap alasan dia melontarkan ancaman penggal kepala Jokowi.

Di sisi lain, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyatakan bakal mendampingi HS.

Berikut rangkuman terbaru perkembangan kasus HS, Rabu (15/5/2019): 

1. Mengaku Terbawa Emosi

Hermawan Susanto, mengaku terbawa emosi saat mengucapkan kata yang mengancam akan memenggal kepala Presiden Joko Widodo di depan Bawaslu beberapa saat yang lalu.

Baca: Misteri Dua Wanita yang Ada di Video Ancam Penggal Jokowi, Polisi Minta Mereka Serahkan Diri

Polisi mengetahui motif dirinya mengatakan hal tersebut setelah melakukan pendalaman kepada Hermawan.

"Untuk pemeriksaan HS, motif melakukan itu, dia menyampaikan karena emosi saat menyampaikan ucapan (ancaman pemenggalan kepala presiden) tersebut," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Bripka Zakaria (berambut gondrong) saat ikut mengamankan HS pria yang ancam penggal kepala Jokowi.
Bripka Zakaria (berambut gondrong) saat ikut mengamankan HS pria yang ancam penggal kepala Jokowi. (Ist/Tribunnews.com)

Penyidik saat ini masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengetahui motif lain yang menjadi alasan Hermawan membuat ancaman tersebut.

Rencananya, penyidik bakal menghadirkan ahli untuk mempelajari gerak-gerik Hermawan saat membuat ancaman tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Daryono
Editor: sri juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved