Gerakan Suluh Kebangsaan yang Diinisiasi Mahfud MD Safari ke Rumah Megawati

Gerakan itu muncul dari rasa keprihatinan akan ancaman perpecahan bangsa Indonesia akhir-akhir ini.

Gerakan Suluh Kebangsaan yang Diinisiasi Mahfud MD Safari ke Rumah Megawati
Rina Ayu/Tribunnews.com
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mendatangi rumah presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri, di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/7/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Gerakan Suluh Kebangsaan yang diinisiasi oleh Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mendatangi rumah presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri, di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/7/2019).

Mahfud MD datang sekitar pukul 13.45 WIB, didampingi oleh Frans Magnis Suseno dan Romo Benny Susetyo.

Mahfud MD mengatakan, safari ke rumah ketua umum PDIP itu, bukanlah rumah pimpinan RI yang pertama dikunjungi Gerakan Suluh Kebangsaan.

Sebelumnya, ujar Mahfud, pihaknya telah terlebih dahulu berkunjung dan menemui Susilo Bambang Yudhoyono dan Habibie.

"Kita sudah berkeliling ke semua Presiden, SBY sudah, Habibie sudah, tokoh-tokoh ulama daerah sudah, sekarang ke Ibu Mega," ujar Mahfud.

Ia melanjutkan, pertemuan-pertemuan yang dilakukan dengan para negarawan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat hubungan ke semua pihak dan melakukan rekonsiliasi usai pemilu.

"Semua harus bersatu, harus rekonsiliasi karena saling menuding tidak ada gunanya, agenda ketatanegaraan harus terus berjalan presiden harus ada yang terpilih sehingga tidak ada yang untung kalau masih saling tuding," ungkap Mafhud.

Baca: Pihak Dokter Ani Hasibuan Bantah Ramaikan Tagar #Saveanihasibuan di Media Sosial

Mahfud melanjutkan, Gerakan Suruh Kebangsaan ke depan berencana akan menemui Presiden Jokowi.

'Dalam proses-proses rekonsiliasi itu. Kita akan coba diskusikan sekarang. Nantinya, tentu pada akhirnya nanti dalam rangka Pemilu ini juga puncaknya menemui presiden Jokowi," kata dia.

"Gerakan Suluh Kebangsaan" digawangi para tokoh. Selain Mahfud MD, ada nama Alissa Wahid, Budi Kuncoro.

Gerakan itu muncul dari rasa keprihatinan akan ancaman perpecahan bangsa Indonesia akhir-akhir ini.

Gerakan ini diawali di Yogyakarta dan menyebar ke forum-forum kebangsaan di seluruh daerah Indonesia.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved