Penangkapan Terduga Teroris

Kesaksian Istri Terduga Teroris di Gresik: 'Pulang dari Musala Bapak Diambil'

Polri mengimbau masyarakat agar tidak turun ke jalan atau melakukan aksi saat pengumuman rekapitulasi hasil Pemilu 2019

Kesaksian Istri Terduga Teroris di Gresik: 'Pulang dari Musala Bapak Diambil'
Kompas (11/6/2016)
ilustrasi: Densus 88 

TRIBUNNEWS.COM, GRESIK - H (43), istri AS memberi pernyataan soal penangkapan istrinya oleh Densus 88. Densus 88 Antiteror menangkap AS yang diduga terduga teroris di Gresik, Sabtu (18/5/2019).

AS (44) ditangkap Densus 88 Antiteror usai melaksanakan salat subuh di musala Ridho Allah yang berjarak kurang dari 100 meter dari kediamannya di Perumahan Gresik Suci Permai Baru blok F, Desa Suci, Kecamatan Manyar.

H mengatakan, dirinya tidak melihat proses penangkapan suaminya tersebut meski ia mengetahui suaminya ditangkap dari jamaah musala.

"Bapak berangkat tidak ada apa-apa, pas pulang dari musala bapak diambil," ujar H saat ditemui di rumahnya.

H mengatakan petugas hanya menyampaikan suaminya menjalani pemeriksaan.

 

"Cuma bilang jalani proses kurang lebih satu minggu pemeriksaan," katanya.

Petugas yang masuk ke dalam rumahnya membawa sejumlah barang seperti tas, laptop, dompet dan handphone.

Sebelum tinggal di Gresik, AS sekeluarga tinggal di Pekalongan, Jawa tengah di rumah orang tua AS.

Pada Januari 2019 baru tinggal di Gresik. Sempat bekerja di Surabaya, AS kini bekerja sebagai jasa servis komputer di rumahnya selain itu dia juga berprofesi sebagai supir panggilan.

Salah satu tetangga, Junaidi (38) mengaku awalnya ada tiga petugas lalu diikuti puluhan anggota Densus 88 Antiteror membawa senjata laras panjang.

Halaman
1234
Editor: Sanusi
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved