Pilpres 2019

Ani Yudhoyono Diolok jadi Alasan Ferdinand Hutahaean & Jansen Sitindaon Berhenti Dukung Prabowo

Ferdinand Hutahaean dan Jansen Sitindaon berhenti dukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ani Yudhoyono diolok jadi alasannya.

Ani Yudhoyono Diolok jadi Alasan Ferdinand Hutahaean & Jansen Sitindaon Berhenti Dukung Prabowo
Instagram @ferdinand_hutahaean / YouTube Najwa Shihab
Ferdinand Hutahaean dan Jansen Sitindaon berhenti dukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ani Yudhoyono diolok jadi alasannya. 

Ferdinand Hutahaean dan Jansen Sitindaon berhenti dukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ani Yudhoyono diolok jadi alasannya.

TRIBUNNEWS.COM - Dua politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean dan Jansen Sitindaon menyatakan berhenti mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomo urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pernyataan Ferdinand Hutahaean tersebut pertama kali ia ungkapkan lewat unggahan di Twitter pada Minggu (19/5/2019).

Lewat cuitannya tersebut, Ferdinand mengaku menemukan cuitan bernada bully-an mengolok Ani Yudhoyono yang dilakukan para buzzer.

"Pagi ini, sy menemukan bullyan yg sgt tdk berperi kemanusiaan dr buzzer setan gundul yg mengolok Ibunda Ani yg sedang sakit.

Baca: Jelang 22 Mei, Ini Hasil Pilpres 2019 Pleno KPU di 32 Provinsi Jokowi vs Prabowo, Tersisa 2 Provinsi

Sikap itu sangat BRUTAL. Atas perilaku brutal buzzer setan gundul itu, saya FERDINAND HUTAHAEAN, saat ini menyatakan BERHENTI MENDUKUNG PRABOWO SANDI," tulis Ferdinand.

Dikutip Tribunnews dari Kompas.com, Ferdinand Hutahaean mengakui pernyataan tresebut benar adanya.

Ia merasa tidak terima melihat Ani Yudhoyono diserang pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di media sosial.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Ferdinand Hutahaean di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).
Juru bicara Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Ferdinand Hutahaean di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). (KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)

Tak hanya itu, Ferdinand bahkan mengaku akan usul pada partai agar keluar dari Koalisi Indonesia Adil dan Makmur.

"Ya itu sikap saya resmi dan saya akan minta partai besok juga untuk keluar dan mundur."

Halaman
1234
Penulis: Pravitri Retno Widyastuti
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved