Eksklusif Tribunnews

Situng KPU Cegah Kecurangan Pileg 2019

Mantan komisioner KPU mengatakan kecurangan belanja suara caleg sulit terjadi karena ada situng

Situng KPU Cegah Kecurangan Pileg 2019
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
?Ketua KPU RI Arief Budiman bersama Ketua Bawaslu RI Abhan dan Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin saat meninjau ruang pemantauan data dan informasi Situng di gedung KPU RI, Jumat (26/4/2019). 

Laporan wartawan Tribun Network Amriyono Prakoso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Komisioner KPU Ferry Kurnia mengatakan kecurangan belanja suara caleg tersebut akan sangat sulit terjadi. Alasannya, semua C1 berhologram sudah terpindai di Situng KPU.

Situng KPU adalah sistem informasi berdasarkan C1 yang diunggah di tingkat kabupaten. Apabila ada angka yang berbeda dari penghitungan di tingkat kecamatan, sudah pasti akan diketahui.

"Itu salah satu kegunaan dari Situng KPU. Mereka yang bermain curang ini akan dikunci. Kalau ada yang tidak sesuai, maka bisa dilihat langsung di sistem. Bukan cuma peserta yang bisa melihat. Seluruh masyarakat Indonesia bisa melihat," ujarnya saat ditemui di Kantor Netgrit, Jakarta.

Baca: Eksklusif Tribun: Caleg Belanja Suara di Kecamatan. Bayar Rp5-10 Juta Per Kepala

Dia menceritakan hal yang sama pernah terjadi di pemilu 2014, namun ketika diperiksa di Situng KPU ada angka yang berbeda. Perbedaan angka tersebut tidak berlanjut di jenjang penghitungan berikutnya.

"Jadi, semuanya dikunci di Situng. Tinggal dilihat di Situng, ada yang berbeda atau tidak? Ini scan dari form asli," ucapnya.

Dirinya menyarankan pada pemilu berikutnya anggota kelompok panitia penghitungan suara (KPPS) tidak lagi menyalin salinan C1. Anggota KPPS hanya perlu satu sumber, yakni C1 Plano.

"Yang lainnya, di-copy atau diberikan soft file yang sudah disampaikan," lanjutnya.

Terdapat tiga keuntungan apabila hal ini dapat dijalankan. Pertama yang tercatat hanya data tunggal, kemudian KPPS tidak perlu repot untuk menulis banyak. Terakhir, menghindari manipulasi C1 oleh oknum saksi dan KPPS.

Masukan berikutnya, tidak perlu lagi ada rekap berjenjang yang saat ini dilakukan, mulai dari TPS, Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi sampai tingkat nasional.

"Cukup KPPS memotret C1 Plano dan unggah ke data center KPU. Hasil penghitungan bisa didapatkan dalam waktu singkat," imbuh Ferry 

Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Deodatus Pradipto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved