Pilpres 2019

Ferdinand Cabut Dukungan ke Prabowo, Ini Sikap Sekjen Demkorat

Alasan Ferdinand, karena pendukung Prabowo merundung Ani Yudhoyono yang sedang dirawat di Rumah Sakit.

Ferdinand Cabut Dukungan ke Prabowo, Ini Sikap Sekjen Demkorat
Tribunnews/JEPRIMA
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat (PD) Hinca Panjaitan memberikan keterangan kepada wartawan terkait surat Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono yang mengkritik konsep kampanye akbar Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Senin (8/4/2019). Partai Demokrat menegaskan masih solid mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019. (Tribunnews/Jeprima) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Demokrat Hinca Pandjaitan angkat bicara terkait pernyataan kadernya, Ferdinand Hutahaean yang tidak akan lagi mendukung Prabowo Subianto.

Alasan Ferdinand, karena pendukung Prabowo merundung Ani Yudhoyono yang sedang dirawat di Rumah Sakit.

Hinca mewajarkan sikap Ferdinand tersebut. Pasalnya sikap buzzer di medsos yang merundung Ani Yudhoyono sudah keterlaluan.

"Menurut kita sudah keterlaluan. Silakan bully Demokrat, silakan bully saya, silakan bully yang lain-lain, Pak SBY, Mas AHY, enggak apa-apa orang sehat semua. tapi jangan bully Ibu Ani karena Ibu Ani sedang sakit jadi orang yang rasional berdemokrasi berdebat tentu tahu mana yang boleh mana yang nggak boleh," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, (20/5/2019).

Baca: Perwakilan Mahasiswa Sampaikan Tak Akan Demo pada 22 Mei

Hanya saja yang pasti menurutnya, keputusan Ferdinand keluar atau tidak mendukung Prabowo, merupakan sikap pribadi dan tidak merepresentasikan partai Demokrat.

Partainya menurut Hinca akan tetap berada dikoalisi Adil dan Makmur hingga 22 Mei 2019.

"Lalu kalau Ferdinand keluar bilang dari BPN itu sebagai pribadi dia, sebagai partai Demokrat tetap di situ (koalisi), saya Sekjen partai tetap ada (koalisi) dan ada lihat kalau per orang per orang kalau dia merasa sakit hati dengan bully yang berlebihan itu itu protes kepada buzzer-buzzer," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved