Pilpres 2019

Jusuf Kalla Berharap Masjid Tidak Dijadikan Tempat Pertentangan Politik antar Jemaah

Sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla meminta agar masjid tidak dijadikan tempat mempertentangkan politik antar jemaah.

Jusuf Kalla Berharap Masjid Tidak Dijadikan Tempat Pertentangan Politik antar Jemaah
Rina Ayu/Tribunnews.com
Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla meminta agar masjid tidak dijadikan tempat mempertentangkan politik antar jemaah.

Hal tersebut diungkapkan Jusuf Kalla menyusul memanasnya situasi politik jelang pengumuman pemilu Pileg dan Pilpres 2019 pada 22 Mei 2019.

Ia mengatakan, masjid merupakan tempat ibadah yang diharapkan dapat membawa kemakmuran bangsa.

"Harapan saya masjid menjaga keamanan. Akhir-akhir ini isu-isu dalam dua hari ini tampaknya dan saya harapkan masjid tidak dimanfaatkan untuk mempertentangkan politik antara jemaahnya. Masjid untuk ibadah dan kemakmuran bangsa," ujar Jusuf Kalla saat memberikan sambutan dalam kegiatan buka puasa bersama, di Istana Wapres RI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019).

Baca: Lembaga Takmir Masjid PWNU DKI Terbitkan Larangan Tampung Massa Aksi 22 Mei Menginap di Masjid

Wakil Presiden RI tersebut pun melanjutkan, ke depan para pengurus masjid dapat mengembalikan fungsi masjid yakni untuk memakmurkan masyarakat.

"Jadi semuanya pengembangan ekonomi basis masjid itu juga sejak dulu ada. Karena itulah kita kembalikan itu fungsinya masjid. Bagaiamana baiknya jika menjaga juga kemajuan dan keamanan negeri ini," kata dia.

Jusuf Kalla menceritakan dirinya memiliki pengalaman mengesankan di masa kecil terkait masjid.

Baca: Bacaan Doa Sholat Tahajud hingga Tata Cara & Keutamaan Sholat Sunah di Waktu Malam Ini

Dirinya mengingat betul, masjid di masa kecilnya dijadikan sebagai tempat bersosialisasi dengan teman-teman saat bersekolah.

"Saya masih ingat waktu saya kecil, di kampung saya di Bone, taraweh kita ketawa-ketawa dengan teman-teman, saya seumur SD. Datanglah bilal marah, mutar-mutar kuping saya, diusir disuruh ke luar jangan di dalam. Ini suatu ingatan yang tak pernah saya lupakan. Bagaimana telinga saya dijewer oleh bilal," ungkap Jusuf Kalla.

Halaman
1234
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved