Eksklusif Tribunnews

Kota Tangerang Selatan Rawan Kecurangan Penghitungan Suara Pemilu

Amin menyebut Kota Tangsel termasuk kota dengan tingkat kerawanan tinggi soal penghitungan suara dalam pemilu

Kota Tangerang Selatan Rawan Kecurangan Penghitungan Suara Pemilu
TRIBUNMADURA/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Supyadi, kuasa hukum Hamsuri Caleg nomor urut 7 dari PKB saat di DKPP melaporkan kecurangan Pemilu 2019 dan membeberkan semua buktinya. 

Laporan wartawan Tribun Network Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Amin, anggota panitia pengawas kecamatan (panwascam) di sebuah kecamatan di Kota Tangerang Selatan, menyalakan ponselnya. Amin menunjukkan beberapa pesan masuk lewat aplikasi WhatsApp miliknya. Ada beberapa pesan yang sudah dibaca dan dibalas di sana, sebagian lainnya belum.

"Ini banyak laporan masuk. Macam-macam, ada yang lapor soal bagi-bagi uang, kerja sama dengan PPK, jual beli suara," kata Amin kepada Tribun Network saat ditemui di lokasi, Kamis (16/5).

Dari semua laporan itu, Amin menyebut semuanya hanya jadi info sesaat. Alasannya ada banyak kata Amin.

"Ada yang takut. Maksudnya mereka cuma kasih info. Giliran diinvestigasi, ditanyai, diverifikasi, yang terlapor dipanggil, ya mereka takut karena mungkin yang dilaporkan saudara mereka juga, orang yang mereka kenal juga. Bahkan ada yang melapor ke kami, tapi dia juga yang melakukan," tuturnya.

Dari pengalamannya selama hampir tiga pemilihan umum atau 15 tahun menjadi panwascam, Amin akrab dengan istilah-istilah yang kerap kali digunakan para oknum yang melakukan jual-beli suara.

"Sebagai pengawas kita memang harus ada praduga terhadap sesuatu, kita lihat kesalahannya. Tidak bisa kita melihat di TPS atau rekap tingkat kelurahan di sini baik-baik saja. Istilah hantam atau ngebom. Itu biasanya yang dipakai buat transaksi," ujarnya.

Baca: Situng KPU Cegah Kecurangan Pileg 2019

Amin menyebut Kota Tangsel termasuk kota dengan tingkat kerawanan tinggi soal penghitungan suara dalam pemilu. Terlebih soal dugaan praktik jual-beli suara di ranah para calon anggota legislatif.

Menurut Amin dugaan jual beli suara itu layaknya benang kusut yang hendak diurai tetapi sulit untuk dibuktikan. Dirinya menyebut sejumlah tempat yang rawan terjadi praktik-praktik demikian.

"Biasanya terjadi di beberapa kelurahan yang menjadi basis dari caleg tertentu, yang incumbent itu karena dia massanya banyak. Kami juga sulit untuk mengakses hal-hal internal partai seperti itu," kata Amin.

Halaman
12
Penulis: Reza Deni
Editor: Deodatus Pradipto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved