Garuda, Lion Air dan Sriwijaya Air Sebut IR yang Sebar Ujaran Kebencian Bukan Pilotnya

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan mengatakan, pilot berinisial IR bukan pegawai dari perusahaan maskapai berpelat merah itu.

Garuda, Lion Air dan Sriwijaya Air Sebut IR yang Sebar Ujaran Kebencian Bukan Pilotnya
DOK
Ilustrasi Pilot Dalam cokpit

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Sejumlah maskapai domestik menyatakan, pilot berinisial IR yang ditangkap atas dugaan penyebaran ujaran kebencian atau hate speech bukan pilot dari maskapai.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan mengatakan, pilot berinisial IR bukan pegawai dari perusahaan maskapai berpelat merah itu.

"Bukan. Pilot itu bukan dari Garuda," kata Ikhsan saat dihubungi Tribunnews.com, Senin (20/5/2019) malam.

Hal serupa diakui oleh Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro. Danang memastikan, pilot itu bukan dari Lion Air, Wings Air maupun Batik Air.

"Bukan dari Lion Air Group," ujarnya lewat pesan singkat, Senin (20/5/2019) malam.

Selain itu, maskapai penerbangan Sriwijaya Air dan NAM Air juga memastikan IR bukanlah pilot Sriwijaya Air Group.

“Kami pastikan Pilot dengan inisial IR itu bukan Pilot Sriwijaya Air maupun NAM Air,” kata Retri Maya, Vice President Corporate Secretary Sriwijaya Air dalam keterangan resmi, Selasa (21/5/2019).

Maya menambahkan bahwa Sriwijaya Air Group sangat memperhatikan kredibilitas seluruh karyawannya termasuk juga para seluruh awak pesawat.

“Secara internal kami rutin mengadakan pelatihan-pelatihan kepada seluruh karyawan kami tentang bagaimana proses pengembangan diri. Dan pada saat yang bersamaan kami juga rutin mensosialisasikan tentang apa yang harus dilakukan dan tidak dilakukan oleh seluruh karyawan Sriwijaya Air Group,” tambah Maya.

Halaman
12
Penulis: Ria anatasia
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved