Pemilu 2019

Irjen Pol Mohammad Iqbal: Aksi 22 Mei Bukan Aksi Spontan, tapi Dimobilisasi dan Diorganisir

Hasil pengamatan kami, massa yang datang diduga memiliki rencana untuk melakukan perbuatan anarkis.

Irjen Pol Mohammad Iqbal: Aksi 22 Mei Bukan Aksi Spontan, tapi Dimobilisasi dan Diorganisir
Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (16/5/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan aksi massa yang akan dilakukan pada 22 Mei 2019 bukanlah aksi spontan semata. 

Iqbal menilai aksi yang menyasar gedung KPU terkait hasil rekapitulasi nasional Pemilu 2019 tersebut adalah aksi yang dimobilisasi secara sistematis.

"Aksi 22 Mei besok diduga bukanlah aksi spontan, tapi aksi yang dimobilisasi dan diorganisir secara sistematis baik. Ada yang ingin melakukan aksi secara damai, namun juga ada yang mempersiapkan aksi-aksi yang melanggar hukum," ujar Iqbal, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2019).

Berdasarkan pengamatan pihak kepolisian, ia menyebut aksi massa itu nantinya akan mengarah kepada adanya perbuatan anarkis. Dan bukan sekedar unjuk rasa biasa. 

"Hasil pengamatan kami, massa yang datang diduga memiliki rencana untuk melakukan perbuatan anarkis. Jadi bukan sekadar unjuk rasa damai," ucapnya.

Hal itu dibuktikan dengan adanya massa yang telah mempersenjatai diri atau membawa benda-benda berbahaya. Massa tersebut tengah bergerak dari luar daerah menuju Ibukota. 

Mantan Wakapolda Jawa Timur itu mencontohkan massa dari Jawa Timur yang ternyata memiliki bom molotov. Selain itu ditemukan pula benda tajam, bambu runcing hingga ketapel yang siap dipergunakan. 

"Contohnya kelompok yang ditangkap di Jawa Timur, ada memiliki bom molotov. Ada pula beberapa indikasi massa membawa bambu dan bendera di mana ujung bambu diruncingkan, termasuk benda-benda tajam lainnya dan ketapel. Ini menunjukkan ada sejumlah oknum yang mempersiapkan aksi anarkis," tukasnya. 

Sebelumnya diberitakan, As Ops Kapolri Irjen Pol Martuani Sormin menandatangani surat telegram berisi perintah kepada jajaran Polri untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Hal ini dilakukan untuk menghadapi tahap rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara pemilu tingkat nasional oleh KPU tanggal 22 Mei 2019.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved