Pemilu 2019

MK Kerahkan 600 Pegawai Layani Permohonan Sengketa Pemilu 2019

Petugas akan mengarahkan pemohon sesuai kebutuhan, apakah akan melakukan konsultasi ataupun langsung mengajukan laporan.

MK Kerahkan 600 Pegawai Layani Permohonan Sengketa Pemilu 2019
Glery Lazuardi/Tribunnews.com
Mahkamah Konstitusi (MK) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sekitar 600 pegawai di lingkungan Mahkamah Konstitusi (MK) ditugaskan untuk melayani pendaftaran permohonan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2019. Mulai dari Selasa (21/5/2019) sampai Jumat (24/5/2019).

Berdasarkan pemantauan pada Selasa (21/5/2019) siang, sebanyak 10 meja pelayanan, terdiri dari 8 meja untuk pelaporan dan dua meja untuk konsultasi, sudah disediakan di lantai dasar gedung MK di Jakarta Pusat.

Untuk masuk ke gedung MK, pemohon terlebih dahulu melewati area pemeriksaan x-ray.

Petugas melakukan pemeriksaan terhadap tubuh seseorang dan barang bawaan yang dibawa ke area dalam gedung.

Untuk mengajukan permohonan, pemohon mengambil nomor urut di mesin.

Petugas akan mengarahkan pemohon sesuai kebutuhan, apakah akan melakukan konsultasi ataupun langsung mengajukan laporan.

“Lebih dari 600 personil dalam gugus tugas,” kata Juru Bicara MK, Fajar Laksono, Selasa (21/5/2019).

Dia menjelaskan, sekitar 600 orang itu dibagi ke dalam beberapa bidang penugasan. Bidang penugasan itu, meliputi administrasi registrasi, administrasi berkas, juru panggil, dan pengadministrasian data.

Baca: Jelang 22 Mei, Hendropriyono Sebut Kekuatan People Power Pendukung Prabowo Sudah Ompong

Baca: TERPOPULER - Jelang 22 Mei, Amien Rais dan Habib Rizieq Shihab Ditantang 6 Tokoh Relawan Jokowi

“Kami sudah menyiapkan sarana-prasarana, petugas. (MK,-red) siapkan 10 meja pelayanan yang bekerja 24 jam selama tiga hari ke depan,” kata dia.

Sedangkan, untuk pengamanan, dia mengaku, sudah berkoordinasi dengan aparat TNI/Polri.

Selama tahapan PHPU 2019 berlangsung, kata dia, sebanyak 1100 personil kepolisian dikerahkan.

Halaman
12
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved