KPK Berharap Kabinet Jokowi Mendatang Diisi Orang-orang Profesional

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang berharap menteri yang akan dipilih Jokowi

KPK Berharap Kabinet Jokowi Mendatang Diisi Orang-orang Profesional
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang memberikan keterangan terkait penetapan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir sebagai tersangka di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/4/2019). KPK menetapkan Sofyan Basir sebagai tersangka sebagai tersangka terkait hasil pengembangan kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang berharap menteri yang akan dipilih Jokowi dalam kabinet mendatang diisi orang-orang profesional.

"Kemarin kan disebut ada yang disebut katanya zaken kabinet (kabinet yang diisi dari kalangan ahli). Bahwa itu adalah orang-orang profesional yang kalau dia bicara lingkungan hidup dia paham. Kalau dia umpamanya di keuangan, dia mengerti betul sebenarnya Indonesia bisa ngumpul berapa uang lagi," ujar Saut Situmorang di Gedung Penunjang KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2019).

Baca: Pukul Mundur Massa di Jalan Wahid Hasyim, Polisi Kembali Amankan Sejumlah Peserta Aksi

Saut pun berharap agar menteri yang dipilih nantinya dapat menerapkan 'zero tolerance' terhadap segala bentuk tindak pidana korupsi.

"Dengan 'zero tolerance' tegas bahwa sekecil apapun pelanggaran itu harus ada sanksinya. Oleh sebab itu, kalau kita bicara 'zero tolerance' barulah kemudian kita bisa mendekati apa yang disebut strategi nasionalnya dan strategi nasional sekarang kita berada di KPK dengan tiga prioritas pendapatan negara, perizinan, dan kemudian penegakan hukuman," kata Saut.

Ia pun berharap menteri-menteri yang dipilih nantinya mempunyai integritas.

Baca: Bentrok Massa Aksi Bawaslu Bergeser ke Tanah Abang, Polisi Kerahkan Water Cannon

"Kemudian kalau ketemu dengan orang-orang yang berintegritas, dipilih orang orang berintegritas KPK akan lebih gampang ikutin iramanya," ujarnya.

Menurut Saut, jika sudah mempunyai integritas maka dapat membangun tata kelola yang baik dalam pemerintahan.

"Katakan lah banyak impian-impian kita tentang APBN menjadi Rp 4.000 triliun yang pernah kita sebut itu. Kemudian kita melakukan penindakan itu akan menjadi lebih cepat, kesejahteraan menjadi lebih baik dan kalau kesejahteraan lebih baik kemudian dunia luar melihat kita lebih tertib," kata Saut.

Hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019

Halaman
1234
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved