Pilpres 2019

Blokir Medsos dan Akses Jalan, ‎Politisi Gerindra Sebut Pemerintah Parno

Pertama karena adanya pemblokiran pada media sosial hingga WhatsApp agar tidak terjadi penyebaran konten hoax

Blokir Medsos dan Akses Jalan, ‎Politisi Gerindra Sebut Pemerintah Parno
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Politisi Gerindra Andi Rosiade 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi Gerindra Andi Rosiade menyebut Pemerintahan era Presiden Jokowi sangat parno menyikapi situasi yang terjadi akhir-akhir ini.

Pertama karena adanya pemblokiran pada media sosial hingga WhatsApp agar tidak terjadi penyebaran konten hoax terkait aksi 21 dan 22 Mei.

Kedua karena tim hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengalami kesulitan saat hendak mendaftarkan sengketa Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada Jumat (24/5/2019) malam.

"Tadi malam kami sudah datang sampaikan gugatan ke MK ini membuktikan langkah Prabowo-Sandi itu langkah konstitusional.‎ Rezim ini rezim paranoit, Parno, jalan ditutup dimana-mana, padahal ada aparat dimana-mana," ucap Andi Rosiade dalam sebuah diskusi di kawasan Jakarta Pusat dengan tema : MK adalah Koentji, Sabtu (25/5/2019).

Baca: Gerindra Bentuk Tim Investigasi Usut Ambulans Berisi Batu di Aksi 22 Mei

"Bayangkan berapa tahun kita berjuang untuk mendapatkan reformasi dengan sulit, tiba-tiba ada rezim yang panik dan takut kehilangan kekuasaan," tegasnya lagi.

Lanjut, Andi Rosiade juga mengkritisi langkah pemerintah yang membatasi media sosial hingga membuat para UMKM menjerit dan bisnis online ambruk.

"Mungkin pemerintah keseringan kerjasama dengan Tiongkok jadi ketularan membatasi media sosial," imbuhnya.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved