Pilpres 2019

Jokowi Beri Pesan Bambang Widjojanto : Jangan Senang Merendahkan Sebuah Institusi

Apapun lembaga yang ada saat ini dibangun oleh ketatanegaraan dan diharapkan memiliki sebuah kepercayaan dari masyarakat secara luas

Jokowi Beri Pesan Bambang Widjojanto : Jangan Senang Merendahkan Sebuah Institusi
TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Joko Widodo - Prabowo Subianto 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Ketua Tim Hukum Prabowo - Sandiaga, Bambang Widjojanto  tidak merendahkan sebuah lembaga negara, dalam hal ini Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal tersebut disampaikan Jokowi ketika diminta tanggapan soal pernyataan Bambang yang menilai pemerintahan saat ini merupakan rezim korup dan meminta MK tidak membantu rezim sekarang.

Baca: Nur Khamid Berbunga, Istrinya yang Bule Cantik Asal Inggris Mau Pulang

Baca: Golkar Ajukan 54 Gugatan Sengketa Pileg Ke MK

Baca: Siap-siap, Jokowi Akan Bubarkan Lembaga Tak Relevan di Era Saat Ini

Baca: UTBK Tinggi Tak Jamin Lolos SBMPTN 2019, Ubah Pilihan Jika Lewat Kuota, Ini Tanggal Pendaftaran

"Ya jangan senang merendahkan sebuah institusi, saya kita enggak baik," ucap Jokowi usai buka puasa bersama dengan HIPMI di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Minggu (26/5/2019). 

Menurut Jokowi, apapun lembaga yang ada saat ini dibangun oleh ketatanegaraan dan diharapkan memiliki sebuah kepercayaan dari masyarakat secara luas. 

Advisor BANI Bambang Widjojanto saat memberikan edukasi dan sosialisasi tentang BANI dan Arbitrase dihadapan Perhimpunan Humas Rumah Sakit Indonesia (Perhumasi) di ruang Al Quds Universitas Yasri, beberapa waktu lalu, di Cempaka Putih, Jakarta. TRIBUNNEWS.COM/IST
Advisor BANI Bambang Widjojanto saat memberikan edukasi dan sosialisasi tentang BANI dan Arbitrase dihadapan Perhimpunan Humas Rumah Sakit Indonesia (Perhumasi) di ruang Al Quds Universitas Yasri, beberapa waktu lalu, di Cempaka Putih, Jakarta. TRIBUNNEWS.COM/IST (TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)

"Jangan direndahkan, dilecehkan seperti itu. Saya kira enggak baik, pada siapapun ya," tutur Jokowi

Sebelumnya, Bambang Widjojanto (BW) berharap gugatan kubu 02 diproses MK kendati hanya membawa 51 bukti.

BW menuding pemerintah hari ini sebagai rezim yang korup dan berharap MK tidak menjadi bagian rezim tersebut.

Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Hashim Djojohadikusumo bersama Ketua Tim Kuasa Hukum BPN Bambang Widjajanto dan Kuasa Hukum BPN Denny Indrayana saat menyerahkan berkas gugatan sengketa Pemilu 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2019). Gugatan dilakukan oleh Tim BPN Prabowo Sandi ke MK karena pihaknya mengikuti koridor hukum.  Tribunnews/Jeprima
Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Hashim Djojohadikusumo bersama Ketua Tim Kuasa Hukum BPN Bambang Widjajanto dan Kuasa Hukum BPN Denny Indrayana saat menyerahkan berkas gugatan sengketa Pemilu 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2019). Gugatan dilakukan oleh Tim BPN Prabowo Sandi ke MK karena pihaknya mengikuti koridor hukum. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

"Mudah-mudahan Mahkamah Konstitusi bisa menempatkan dirinya menjadi bagian penting, di mana kejujuran dan keadilan harus menjadi watak dari kekuasaan, dan bukan justru menjadi bagian dari satu sikap rezim yang korup," kata BW di gedung MK, Jakarta pada Jumat (24/5/2019) malam.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved