Basarnas Makassar-TNI AU Turunkan Tim Cari 17 Korban Tenggelam KM Lintas Timur di Perairan Banggai

Pesawat Boeing 737-200 dengan 14 crew dari TNI AU berangkat dari Lanud Hasanuddin pukul 10.00 WITA, dengan ketinggian pencarian di bawah 10 ribu kaki.

Basarnas Makassar-TNI AU Turunkan Tim Cari 17 Korban Tenggelam KM Lintas Timur di Perairan Banggai
IST
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - KM Lintas Timur yang tenggelam di Perairan Laut Banggai masih dicari. Sebanyak 17 orang korban belum ditemukan. Basarnas Makassar dan TNI AU Lanud Hasanuddin ikut melakukan pencarian dengan mengerahkan pesawat Boeing 737-200, Kamis (6/6/2019).

Kepala Kantor Basarnas Makassar, Mustari bersama Kasie Operasi SAR, Basri melakukan koordinasi dengan TNI AU Lanud Hasanuddin terkait pengerahan Pesawat Boeing 737-200 untuk ikut melakukan pencarian KM Lintas Timur.

"Upaya pencarian sudah dilakukan oleh Basarnas Palu, namun 17 korban belum ditemukan. Kita berkoordinasi ke TNI AU untuk membantu pencarian lewat udara sehingga bisa memantau lebih luas", terang Mustari dalam rilis yang diterima.

Pesawat Boeing 737-200 dengan 14 orang crew dari TNI AU berangkat dari Lanud Hasanuddin pada Pukul 10.00 WITA, dengan ketinggian pencarian di bawah 10.000 kaki.

Pesawat akan menyisir perairan selama 1 jam 30 menit dan akan kembali terbang setelah melakukan pengisian bahan bakar di Kendari.

Baca: Jokowi Diingatkan Agar Ekstra Hati-hati Undang Maskapai Asing Masuk

"Semoga dengan bantuan pesawat TNI AU Lanud Hasanuddin bisa mendapatkan informasi keberadaan 17 korban yang masih dinyatakan hilang," ujar Mustari.

Baca: Liburan ke Kebun Binatang Ragunan, Mulai Hari Ini Bisa Gratis Naik Bus TransJakarta Lho!

KM Lintas Timur mengalami kecelakaan dan dinyatakan tenggelam setelah salah seorang kru kapal atas nama Yacob ditemukan di Perairan Luwuk. 

Baca: Polisi Berlakukan Sistem Satu Arah di Jalur Puncak Sampai Hari Minggu

Dari keterangan korban, kapal nahas tersebut mengalami kecelakaan pada 1 Juni 2019. Kapal yang berlayar dari Pelabuhan Bitung Manado hendak menuju ke Morowali ini mengangkut semen.

Sebelum tenggelam, sebelumnya mesin kapal sempat diperbaiki dan kembali melanjutkan perjalanan. Nahas, mesin yang bermasalah dan cuaca yang memburuk membuat kapal terombang-ambing dan akhirnya kapal tenggelam. (Hendra Cipto)

Artikel ini tayang di Kompas.com dengan judul "Basarnas Makassar dan TNI AU Ikut Cari KM Lintas Timur di Laut Banggai"

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved