Kasus Makar

Polisi Sita Handphone, Buku Tabungan, dan Rekening Koran Milik Habil Marati

Kepolisian telah menyita handphone, buku tabungan, hingga rekening koran dari politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Habil Marati.

Polisi Sita Handphone, Buku Tabungan, dan Rekening Koran Milik Habil Marati
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Kombes Pol Asep Adi Saputra 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian telah menyita handphone, buku tabungan, hingga rekening koran dari politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Habil Marati.

Diketahui, Habil Marati merupakan orang yang memberikan uang kepada mantan Staf Kostrad Mayjend TNI (Purn) Kivlan Zen untuk membeli senjata api.

Senjata api itu diketahui akan digunakan untuk mengeksekusi empat tokoh nasional dan seorang direktur lembaga survei.

Baca: 162.560 Pemudik Telah Kembali ke Jakarta Melalui Stasiun Pasar Senen

"Dari beliau, kita amankan satu unit handphone dan juga buku tabungan dan rekening koran yang sedang kita dalami," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2019).

Ia menyebut pihaknya sedang memeriksa dan mendalami keterangan dari Habil Marati.

Selain itu, polisi juga mendalami kemungkinan pihak-pihak lain yang terlibat dalam pendanaan pengadaan senjata api ilegal tersebut.

Baca: Menkes Nila Moeloek Terbitkan Imbauan Pemblokiran Iklan Rokok di Internet

"(Orang-orang yang terlibat dalam pendanaan) itu sedang didalami. Sekali lagi, apa yang sudah disampaikan adalah indikasi penyedia dana. Untuk itu, saat ini masih dilakukan pemeriksaan," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi mengungkap adanya pemberian uang sebesar 15 ribu Dolar Singapura dari HM kepada KZ untuk diberikan kepada tersangka lain.

HM juga diduga oleh pihak kepolisian memberikan dana langsung sebesar Rp 60 juta kepada tersangka HK untuk menjalankan rencana kerusuhan pada 21 dan 22 Mei 2019 di depan Kantor Bawaslu RI.

Baca: Gadaikan Istri Rp 250 Juta ke Orang Kaya, Setelah Setahun Terjadilah Tragedi Berdarah Salah Sasaran

Halaman
1234
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved