MPV Wuling Motors Meluncur Tahun Ini, Pengamat: Perhatikan 4 Hal Penting Ini Agar Bisa Menangi Pasar

"Saya bukan bermaksud menakut-nakuti. Tapi masuk ke pasar Indonesia sulit, tapi bukan tidak mungkin," kata Bebin Djuana.

MPV Wuling Motors Meluncur Tahun Ini, Pengamat: Perhatikan 4 Hal Penting Ini Agar Bisa Menangi Pasar
TRIBUNNEWS/CHOIRUL ARIFIN
Diah Asmahani (kiri), brand manager Wuling Motors dan pengamat otomotif Bebin Djuana di acara diskusi Forwot 'Selamat Datang Wuling di Indonesia' di The Hook, Jakarta, Jumat (21/4/2017) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) akan masuk pasar Indonesia tahun 2017 ini. Wuling Motors sudah mulai membangun pabrik perakitan di Indonesia seluas 60 ha di Bekasi, Jawa Barat. Produk pertama yang akan dihadirkan adalah mobil keluarga berjenis multi purpose vehicle (MPV).

Diah Asmahani, Brand Manager Wuling Motors menyatakan, mobil Wuling akan resmi dijual di Indonesia di kuartal III 2017 (sekitar Juli-September).

Pengamat otomotif Bebin Djuana dalam diskusi 'Selamat Datang Wuling di Indonesia yang digelar Forum Wartawan Otomotif (Forwot) sore ini di The Hook, Jakarta, Jumat (21/4/2017) mengingat, pasar otomotif roda empat sudah sangat kuat dikuasai merk Jepang.

"Saya bukan bermaksud menakut-nakuti. Tapi masuk ke pasar Indonesia sulit, tapi bukan tidak mungkin," kata Bebin Djuana.

"Saya 20 tahun dibesarkan di brand Jepang, jadi saya tahu bagaimana kultur Jepang. Lalu saya ke pabrikan Korea. Saya pikir ini brand bagus tapi penjualanya gak bagus-bagus," imbuhnya.

Berikut empat hal penting yang sebaiknya dipertimbangkan Wuling Motors agar produk otomotifnya mendapat tempat di pasar Indonesia di tengah sesaknya dominasi merk Jepang.

Pertama, masyarakat Indonesia sangat mementingkan sisi styling. Customer Indonesia sangat update dengan styling terkini.

"Contoh, waktu di Eropa mobil-mobil mulai pakai lampu DRL, lampu LED, KIA di Indonesia bisa menjual lebih banyak dibanding Hyundai karena menjual mobil dengan lampu seperti itu. Hyundai agak terlambat saat itu," kata Bebin Djuana.

Kedua, kepraktisan atau function itu hal utama di Eropa. Di Indonesia tidak. Misal kualitas luar, tampilan dalam, apa yang bisa disentuh seperti dasbor itu yang utama.

Ketiga, strategi pricing. Ini hal yang sangat sensitif. Misal saat itu Hyundai Sonata masuk CBU ke Indonesia dengan styling BMW style. Tapi karena harga jualnya di atas Camry, penjualannya sulit. Orang Indonesia masih berpikir produk Korea sebaga second class.

"Inilah yang harus dibangun Wuling di Indonesia. Pendekatan harganya bagaimana. Kalau MPV Wuling selisih hanya Rp 10 juta sampai Rp 30 juta dari Innova, ya sudah (sulit menang di pasar)," ungkap Bebin Djuana.

Keempat,  dukungan jaringan dealer. "Merk-merk mapan saja cukup mules menghadapi kondisi market hari ini, bagaimana dengan Wuling yang baru hadir saat ini. Pembentukan diler, parts shop, bengkel membutuhkan dana yang sangat banyak. Orang yang akan membeli akan bertanya, mobil ini nanti servisnya di mana ya?" ungkap Bebin Djuana.

Penulis: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help