Karoseri Laksana Terima Pesanan 700 Unit Bus Transjakarta

Untuk bus Transjakarta bermesin Mercedes-Benz yang sudah diserahterimakan adalah bermesin OH 1526 sebanyak 37+21 unit.

Karoseri Laksana Terima Pesanan 700 Unit Bus Transjakarta
HANDOUT
Prosesi serah terima bus kota Transjakarta Mercedes-Benz 1726 Low Entry yang ramah difabel untuk PT Transjakarta (kiri) dan bus kota Mercedes-Benz OH 1626 transmisi matik untuk Mayasari Bakti dari Mercedes-Benz di pameran Mercedes-Benz Commercial Vehicle Expo 2017 di BSD City, Sabtu (6/5/2017). Bodi kedua bus diproduksi oleh Karoseri Laksana, Ungaran. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Inisiatif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperbaiki moda transportasi publik di Kota Jakarta mendatangkan panen bagi karoseri bus Laksana di Ungaran, Jawa Tengah.

Karoseri ini menerima pesanan pengerjaan 700 unit bus Transjakarta.

Iwan Arman, owner Karoseri Laksana dalam perbincangan dengan Tribunnews di sela serah terima simbolis dua unit bus kota Transjakarta untuk PT Transjakarta dan Mayasari Bakti di pameran Mercedes-Benz Commercial Vehicle Expo 2017, Sabtu (6/5/2017) mengatakan, khusus tahun ini, jumlah bus yang diproduksi untuk Transjakarta sebanyak 500 unit.

Ke-500 unit bus tersebut diantaranya adalah bus low entry. Berdasar merk sasisnya, bus yang digarap adalah 100 unit bermesin Mercedes-Benz, 150 unit bermesin Scania dan 120 unit bermesin Volvo.

Baca: Menggebrak Pasar Truk untuk Pebisnis Logistik, Mercedes-Benz Hadirkan The New Axor 2528 R

Untuk bus Transjakarta bermesin Mercedes-Benz yang sudah diserahterimakan adalah bermesin OH 1526 sebanyak 37+21 unit. "Yang sekarang masih dalam proses adalah 52+25 unit bus Mercedes-Benz 1626 Euro 3.

Setiap bulannya, Karoseri Laksana mampu memproduksi bus sebanyak 120 unit. Dari kapasitas produksi itu, sebanyak 50 unit diantaranya diutilisasi untuk memproduksi bus Transjakarta.

Baca: Mei Ini, PO Lorena Siap Operasikan Bus Double Decker untuk Armada Bus Malam AKAP

"Kita ada empat line produksi. Ada dua line khusus untuk Transjarka. Dua line lainnya untuk private termasuk untuk memproduksi bus-bus pesanan perusahaan otobus (PO) pariwisata dan armada bus AKAP (Antarkota Antarprovinsi).

Penulis: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved