AHM Masih Simpan Rapat-rapat Jadwal Rilis Pesaing Yamaha NMAX

Jadi kapan Forza akan masuk ke pasar Indonesia? "Susah ini jawabnya, saya jawab no comment saja," elaknya.

AHM Masih Simpan Rapat-rapat Jadwal Rilis Pesaing Yamaha NMAX
ISTIMEWA
Honda Forza 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Astra Honda Motor (AHM) belum masih menyimpan rapat-rapat jadwal peluncuran skutik bongsor terbarunya, Honda Forza, yang diposisikan siap menjadi pesaing berat buat Yamaha NMAX.

Executive Vice President Direktur AHM Johannes Loman tak menampik tren konsumen sepeda motor di Indonesia saat ini adalah ke motor jenis skutik. Namun, harga jual PCX yang tinggi karena statusnya yang skutik CBU (completely built up) membuat skutik andalan Honda ini tak banyak berbicara di pasar.

Penjualannya masih jauh di bawah Yamaha NMAX di kelas skutik 150 cc.

"Tunggu tanggal mainnya. Kapan akan dirakit lokal? Tunggu tanggal mainnya. PCX kita yang dijual sekarang kan masih CBU, jadi harganya relatif masih tinggi. Sekarang orang trennya ke skuter. Ada segmen retro, segmen touring dan sporty. Ada skuter low, medium, high. Segmen skuter akan terbentuk seperti itu," ungkap Johannes Loman, Rabu (14/6/2017). 

Jadi kapan Forza akan masuk ke pasar Indonesia? "Susah ini jawabnya, saya jawab no comment saja," elaknya.  

Terkait dengan tren penurunan penjualan sepeda motor, Johannes Loman mengatakan hal tersebut sangat dipengaruhi oleh turunnya daya beli konsumen, terutama di daerah.

"Begitu buying power-nya naik, penjualan akan naik juga. Saya rasa di 2018-2019 akan naik. Buying power akan meningkat saat harga komoditi bagus. sekarang harganya lagi jelek," ungkapnya.

"Kalau kondisi harga komoditi bagus, orang akan cenderung ganti motor meskipun motornya masih dalam kondisi baik," lanjutnya.

Dia memaparkan, sampai bulan Mei total market turun 5 persen. Sementara, penurunan penjualan motor Honda di total market hanya 2 persen. "Kalau kita mau penjualan tahun ini lebih tinggi dari tahun lalu, di semester II penjualan harus lebih tinggi," bebernya.

Penulis: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help