GIIAS 2017

Busi dengan Kandungan Silver Pertama di Indonesia

Kandungan silver di busi ini diklaim mampu mengantarkan panas lebih cepat dan berdampak pada percikan yang dihasilkan lebih stabil

Busi dengan Kandungan Silver Pertama di Indonesia
HANDOUT
Busi Brisk mendapat penghargaan Rekor Otomotif Indonesia sebagai busi dengan kandungan silver pertama di Indonesia di GIIAS 2017. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Memasuki penghujung acara GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, Rekor Otomotif Indonesia (ROI) merilis penghargaan tertinggi untuk produk busi aftermarket pendatang baru di pasar otomotif Indonesia.

Penghargaan diberikan kepada Busi Brisk, brand busi buatan Republik Ceko yang dipasarkan di Indonesia melalui PT Brisk Busi Indonesia, Sabtu (19/8/2017), sebagai merek busi yang memiliki kandungan silver pertama di Indonesia.

Penghargaan diserahkan kepada Jason Mulyadi, Country Manager, PT Brisk Busi Indonesia.

Kandungan silver di busi ini diklaim mampu mengantarkan panas lebih cepat dan berdampak pada percikan yang dihasilkan lebih stabil, dengan demikian pembakaran menjadi lebih efisien.

Busi Brisk memasarkan lima tipe busi di Indonesia. Diantaranya, Cooper Racing, Silver Racing, Lamborghini Spark, ZS/ZC dan Premium EVO. Kelima model tersebut memiliki karakteristik berbeda untuk mendukung performa mesin mobil .

Busi Cooper Racing direkomendasikan untuk pengguna mobil untuk aktivitas harian. Sementara untuk mobil dengan spesifikasi mesin standar bahkan hingga superchager disarankan menggunakan Silver Racing.

Untuk mobil-mobil bermesin putaran tinggi, Brisk menyediakan model Lamborghini Spark. Model ZS/ZC lebih tepat untuk mobil-mobil kompetisi alias balap.

Sedangkan busi Brisk yang kompatibel untuk segala jenis mobil, Brisk menyediakan model Premium Evo.

Berbekal pengalaman lebih dari 80 tahun, Brisk juga memasok busi untuk pesawat terbang dan kapal.

Busi Brisk diklaim memiliki kemampuan menghantar panas mencapai 66 ms/m. Keunggulan lainnya yang juga menjadi keunikan dari busi Brisk terdapat pada desain kepala businya yang berbentuk ‘half gap’ dan ‘open gap’.

Desain tersebut menghasilkan percikan api lebih besar, pada model desain open gap, pengapian yang dihasilkan bisa berputar 360 derajat.

Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help