Pelatihan Safety Driving Jasa Marga untuk Sopir Bus dan Truk

Menurut Dwimawan, kegiatan ini digelar untuk menumbuhkan budaya keselamatan dan budaya tertib berlalu lintas.

Pelatihan Safety Driving Jasa Marga untuk Sopir Bus dan Truk
JASA MARGA
Pelatihan safety driving 'Safety Driving Workshop 2017' yang digelar Jasa Marga mencakup teori dan praktik melibatkan 100 peserta dari kalangan pengemudi truk dan bus, komunitas dan beginner selama 3 hari 6-8 November 2017. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekitar 100-an peserta yang terdiri dari sopir truk, sopir bus, komunitas dan beginner menjalani pelatihan cara mengemudi aman bertajuk 'Safety Driving Workshop 2017' yang digelar PT Jasa Marga (Persero) Tbk di Hall C Kantor Pusat Jasa Marga, selama tiga hari mulai hari ini, Senin, 6 November 2017.

Dwimawan Heru, AVP Corporate Communications Jasa Marga mengatakan, untuk kegiatan praktik safety driving dilakukan di bekas Gerbang Tol Cimanggis Utama di Jalan Tol Jagorawi.

Lokasi praktek tersebut dipilih agar para peserta workshop mendapat pengalaman langsung bagaimana cara mengemudi yang baik terutama di jalan tol.

Menurut Dwimawan, kegiatan ini digelar untuk menumbuhkan budaya keselamatan dan budaya tertib berlalu lintas.

Untuk kegiatan ini Jasa Marga menggandeng Indonesia Defensive Driving Center (IDDC) yang berpengalaman dalam memberikan penataran terkait safety driving. IDDC merupakan lembaga pelatihan safety driving yang berafiliasi dengan Safety Driving Training (SDT) Australia dan DriveTech Belanda.

Baca: BPJS Kesehatan Defisit Rp 9 Triliun, Sri Mulyani Minta Pemda Ikut Urunan

Kegiatan pelatihan dan edukasi yang dikemas dalam konsep kekinian ini memberikan sejumlah materi dan teori terkait berkendara yang sesuai dengan peraturan lalu lintas.

Agar lebih memahami ilmu yang telah diberikan, para peserta juga mengikuti kegiatan praktek di lapangan. Safety driving dilaksanakan dalam 3 kategori. Yaitu, beginner driver, community driver, dan bus/truck driver.

Diharapkan, setelah mengikuti pelatihan ini peserta dapat meningkatkan kemampuan mengemudi kendaraannya sekaligus meningkatkan keselamatan berkendara di jalan tol.

Pengemudi yang sudah terlatih akan diharapkan menjadi duta keselamatan demi mendukung Gerakan Keselamatan Berlalu Lintas di Jalan Tol.

Penulis: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help