Komunitas Motor Besar Club DKI Berbagi ke Kaum Dhuafa Lewat Khitanan Massal

Captain Bimo Seno, Ketua Motor Besar Club Indonesia (MBCI) DKI Jakarta mengatakan, khitanan massal ini upaya anggotanya mewujudkan kesetiakawan sosial

Komunitas Motor Besar Club DKI Berbagi ke Kaum Dhuafa Lewat Khitanan Massal
TRIBUNNEWS/CHOIRUL ARIFIN
Motor Besar Club Indonesia Chapter DKI Jakarta bersama warga di acara khitanan massal di Desa Bojongmurni, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Selasa (26/12/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menutup tahun 2017 ini, komunitas penggemar motor ber-cc besar yang tergabung dalam Motor Besar Club Indonesia Chapter DKI Jakarta berbagi dengan kaum dhuafa lewat kegiatan khitanan massal, melibatkan 101 anak di Jakarta dan di Desa Bojongmurni, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Selasa (26/12/2017). 

Kegiatan khitanan massal dilaksanakan di dua tempat. Di Jakarta, dipusatkan di Klinik Khitan Graha Paramadina, Pancoran, Jakarta, dengan melibatkan sekitar 50 anak dan sekitar 51 anak lainnya merupakan anak-anak waarga Desa Bojongmurni sunatan massalnya digelar di desa setempat.

Captain Bimo Seno, Ketua Motor Besar Club Indonesia (MBCI) DKI Jakarta mengatakan, khitanan massal ini upaya anggota komunitas mewujudkan kesetiakawanan nasional.

Khitanan massal
Khitanan massal yang digelar Motor Besar Club Indonesia Chapter DKI Jakarta kali ini merupakan peserta dengan jumlah terbanyak, mencapai 101 anak di Jakarta an Ciawi, Bogor.

"Khitan ini upaya mempercepat upaya menjaga higienitas dan kebersihan untuk menjaga baiknya ibadah. Dari segi medis, ini upaya menghilangkan tempat bersembunyinya bakteri dan kuman," ungkapnya.

Sunat menggunakan teknologi laser yang sangat singkat, hanya 5 menit selesai. Anak yang dikhitan tidak dipungut biaya. Selesai dikhitan, setiap anak mendapat obat untuk memulihkan kondisi tubuh pasca sunat, yang terdiri dari obat minum dan salep kompres.

Proses mengkhitan ini seluruhnya mendapat dukungan penuh  Klinik Khitan Graha Paramadina yang dikelola oleh dokter yang juga anggota aktif MBCI Jakarta.

Khitanan massal
Peserta khitanan massal di Desa Bojongmurni, Ciawi, Bogor, dikirab dalam suasana meriah, dengan berangkat dari masjid desa setempat.

Anak-anak yang dikhitan mendapat bingkisan berupa aneka snacks, minuman dan uang tunai Rp 150 ribu per anak ditambah Rp 50 ribu per anak dari donasi pribadi Captain Bimo Seno.

"Tidak ada pantangan makanan untuk anak yang dikhitan selama masa penyembuhan," sebut Bimo.

Kegiatan khitanan massal sebelumnya juga pernah digelar MBCI Chapter DKI Jakarta. Namun menurut pria yang sehari-hari bekerja sebagai pilot senior di sebuah maskapai penerbangan swasta ini,  khitanan massal kali ini jumlahnya terbanyak. 

Khitanan massal
Seni hadrah oleh warga menyambut anak-anak peserta khitan massal di Desa Bojongmurni, Ciawi, Bogor.

Dana untuk khitanan massal ini didapatdari hasil saweran anggota.

"Sunatan yang di Jakarta dilaksanakan pagi tadi. Selesai di Jakarta, kita langsung lanjutkan di Desa Bojongmurni ini.
Kita ingin memberi perhatian kepada masyarakat dengan saling berbagi, terutama kepada masyarakat kurang mampu. Kita suprised, sambutan masyarakat di sini begitu besar. Karena itu, tadi kita sudah diskusikan dengan teman panitia lain, kita kaji untuk jadi agenda tahunan di akhir tahun," ungkapnya.

"Saya sebagai ketua MBC DKI sangat terharu dan cukup surprise. Kami tak menyangka semula target peserta khitan hanya 50 anak, tapi peserta mencapai dua kali lipat."

Khitanan massal
Anak-anak peserta khitan massal di Desa Bojongmurni, Ciawi, rata-rata masih balita. Sebagian menangis, membuat acara menjadi riuh.

MBCI Chapter DKI Jakarta mewadahi para penggila moge dengan kubikasi mesin 400 cc ke atas tanpa dibatasi merk motornya.

Menurut Bimo, anggota MBC DKI saat ini sebanyak 150.

Agenda kegiatan dalam waktu dekat, di Januari 2018, MBCI Chapter DKI Jakarta akan menggelar raker wilayah lalu dilanjutkan bulan Februari 2017 mengikuti Munas MBCIndonesia di Jakarta.

Khitanan massal
Captain Bimo Seno, Ketua MDCI Chapter Jakarta, pose bersama warga.
Penulis: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help