Permintaan Rush Naik, Toyota Diskusikan dengan Daihatsu

Tahun lalu Rush laku 1.600 unit per bulan, pada awal 2018 menjadi 3.500 unit per bulan.

Permintaan Rush Naik, Toyota Diskusikan dengan Daihatsu
Alex Suban/Alex Suban
Model atau yang disebut Toyota Pretty bergaya di depan All New Toyota Rush yang diluncurkan secara resmi oleh TAM, di Jakarta Selatan, Kamis (23/11/2017). All New Toyota Rush hadir dengan penampilan sebagai real SUV, dan hadir dengan dua tipe, G dan TRD Sportivo yang keduanya digerakkan mesin baru berteknologi Dual VVT-I (2NR). Sejak diluncurkan pertama kali, Rush mampu mencatatkan penjualan tertinggi di segmennya yang sudah mencapai 250.000 unit. (Warta Kota/Alex Suban) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Problema model baru yang hits setelah peluncuran, seperti dialami Toyota Rush, yaitu lebih besar pasak daripada tiang.

Artinya permintaan banyak tapi unit yang tersedia terbatas. Sejak harga Rush 2018 diumumkan tidak naik dari model lama pada awal tahun ini, penjualannya langsung naik dua kali lipat.

Tahun lalu Rush laku 1.600 unit per bulan, pada awal 2018 menjadi 3.500 unit per bulan.

Executive General Manager Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto menjelaskan saat ini sedang mendiskusikan keinginan meningkatkan kapasitas produksi Rush yang dilakukan oleh Astra Daihatsu Motor.

Baca: Sandi Bakal Tindak Tegas Calo Pendaftaran Rumah DP 0 Rupiah

Masa inden konsumen Rush sekarang sampai empat bulan, namun bila lebih dari itu bisa bikin konsumen berubah pikiran.

“Ya kami diskusikan ada atau tidak kemungkinkan menaikan kapasitas. Selama inden itu kan ada SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) juga yang masuk, kalau bisa dipenuhi pakai penambahan kapasitas ke level 4.000 unit sampai 5.000 unit,” ucap Soerjorpranoto, Jumat (13/4/2018).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Toyota Minta Produksi Rush Lebih Banyak"  

Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help