Penjualan Mobil Sedan Diprediksi Masih Tetap Lesu

MPV yang populer dengan sebutan mobil keluarga masih menjadi pilihan pertama konsumen Indonesia.

Penjualan Mobil Sedan Diprediksi Masih Tetap Lesu
Mobil berjenis multi purpose vehicle (MPV) seperti Toyota Avanza masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dalam membeli kendaraan roda empat. 

Laporan Reporter Kontan, Eldo Christoffel Rafael dan Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penjualan sedan di tanah air pada tahun depan masih akan melanjutkan kelesuan di tahun ini. Bahkan, berpotensi turun 20%.

PT Garuda Mataram Motor, agen pemegang merek (APM) Audi di Indonesia, memprediksikan penurunan peminat sedan hingga 20% di 2019. Soalnya, banyak konsumen beralih ke model sport utility vehicle (SUV) dan multi purpose vehicle(MPV).

Herry Noverino, Head of Marketing & PR Deptement Garuda Mataram Motor, menuturkan, pasar sedan selalu kalah dengan mobil tipe MPV dan SUV. "Konsumen merasa SUV dan MPV lebih cocok untuk kondisi jalan di Indonesia," katanya kepada Kontan.co.id, Jumat (7/12/2018).

MPV yang populer dengan sebutan mobil keluarga masih menjadi pilihan pertama konsumen Indonesia. Sebab, kendaraan bermotor jenis ini mampu membawa penumpang lebih banyak, hingga tujuh orang sekaligus.

Baca: Alasan Daimler Gandeng Karoseri Tentrem dan Laksana di Peluncuran 2 Chassis Bus Terbaru

Sementara SUV, desain yang menarik dan nyaman merupakan kunci dari keberhasilan kendaraan tipe ini menggaet konsumen.

Mobil perpaduan sedan dan jip itu memiliki pasar unik di industri otomotif tanah air. Tidak tergantung pada harga, namun tetap menjadi buruan.

Lantaran berbagai kelebihan yang SUV dan MPV tawarkan itulah, menurut Herry, yang membuat pasar sedan mengecil. "Konsumen Indonesia lebih memilih membeli mobil dengan kapasitas besar," imbuhnya. Atas dasar itu, dia memperkirakan, pasar sedan akan mengalami penurunan yang sama di 2019.

Penurunan pajak

Untuk menggairahkan pasar sedan, Kementerian Perindustrian mengusulkan harmonisasi skema pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk sedan dan kendaraan listrik. Usulannya, penurunan sampai penghapusan tarif pajak itu.

Upaya ini guna mendongkrak produktivitas industri otomotif nasional. Dengan harapan, tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan pasar domestik, tapi juga ekspor.

Saat ini, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Johannes Nangoi menilai, harga sedan cenderung tidak kompetitif karena pajaknya yang tinggi. "Kami harapkan, bila aturan tersebut terbit, sedan akan berkembang di Indonesia dan bisa diekspor ke mancanegara," katanya kemarin.

Untuk tahun ini, Gaikindo memprediksikan, penjualan mobil secara nasional bisa menembus target sebanyak 1,1 juta unit. Nangoi mengklaim, target ini bisa terealisasi dengan melihat penjualan dari Januari hingga November lalu yang sudah menyentuh angka 1.065 juta unit.

"Tahun ini penjualan naik karena didorong oleh sektor komersial yang terbantu naiknya harga batubara," sebutnya.

Menurut Fransiscus Soerjopranoto, Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), penurunan pasar sedang bukan masalah harga jual. "Lebih ke konsumen dan makin banyaknya pilihan di kelas MPV, SUV, dan hatchback," ujar dia.

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved