Hino: Bus Besar Mesin Depan Tetap Punya Konsumen, Tapi Pasarnya Makin Kecil

"Boleh dibilang bus mesin depan ini untuk angkatan antar kota dengan jarak pendek," ungkap Santiko.

Hino: Bus Besar Mesin Depan Tetap Punya Konsumen, Tapi Pasarnya Makin Kecil
Facebook/Ahsan Syaiful Rijal‎
Bus Akas IV bermesin Hino A215 menunggu penumpang di Jl Brawijaya, Banyuwangi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bus besar bermesin depan dinilai masih tetap memiliki pangsa pasar tersendiri di bisnis transportasi penumpang antarkota di Indonesia. Karena itu, pabrikan otomotif tetap akan memproduksi dan memasarkan chassis bus besar bermesin depan untuk pasar Indonesia karena permintaan dari segmen tertentu masih tetap ada.

Direktur Sales dan Promosi PT Hino Motors Sales Indonesia Santika Wardoyo menjawab pertanyaan Tribunnews di Jakarta, baru-baru ini mengatakan, pihaknya tetap akan memasarkan bus besar bermesin depan meski pasarnya makin mengecil. 

"Saya lihat bus mesin depan ini dari sejarahnya, hanya beberapa daerah tertentu yang saat ini masih memakai bus mesin depan, seperti misalnya Jawa Tinur. Boleh dibilang bus mesin depan ini untuk angkatan antar kota dengan jarak pendek," ungkap Santiko.

Dibandingkan dengan bus besar bermesin belakang, Santiko menilai, pangsa pasar bus besar mesin depan jauh lebih kecil.

"Prospek nya saya rasa tidak terlalu besar kalau dibandingkan dengan bus mesin belakang. Untuk kebutuhan angkutan pariwisata pun orang lebih suka bus mesin belakang karena tidak berisik," lanjut Santiko.

Baca: Diselubungi Kain Hitam, Renault Pastikan Boyong MPV 7-Seater Calon Penantang Xpander dan Avanza

Dia menyebutkan, untuk angkutan reguler antarkota pun sejumlah perusahaan otobus juga mulai bergeser menggunakan bus besar mesin belakang untuk memberikan kenyamanan lebih kepada penumpang.

Santika Wardoyo1
Direktur Sales dan Promosi PT Hino Motors Sales Indonesia, Santika Wardoyo

Berdasar catatan kami, saat ini Hino masih memasarkan bus besar mesin depan A215 berkapasitas maksimum 60 penumpang. Bus bertenaga maksimum 215 horse power ini diserap oleh sejumlah perusahaan otobus untuk angkutan reguler (bumel) antarkota di sejumlah kota tujuan Jawa Timur dan Jawa Tengah.

PT Daimler Commercial Vehicle Indonesia (DCVI) mulai tahun ini juga mulai memasarkan bus besar bermesin depan OF 1623 bertenaga 230 horse power dengan sistem pengereman full air brake. Bus ini diimpor DCVI dari pabrik Daimler di India.

Penulis: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved