Dukung Pengembangan Mobil Listrik, Presdir Mitsubishi: Tunggu Saja, Hal Besar Akan Terjadi

Menurutnya, MMKSI gencar melakukan sosialisasi mengenai kendaraan listrik kepada masyarakat dan berbagai institusi nasional.

Dukung Pengembangan Mobil Listrik, Presdir Mitsubishi: Tunggu Saja, Hal Besar Akan Terjadi
Tribunnews.com/Reynas Abdila
PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), distributor resmi kendaraan penumpang dan niaga ringan dari Mitsubishi Motors Corporation (MMC) berhasil meningkatkan volume penjualan dan pangsa pasar di segmen kendaraan penumpang dan niaga ringan di tahun 2018 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Director PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Naoya Nakamura mendorong upaya pemerintah dalam menghadapi pergeseran dunia otomotif dari Internal Combustion Engine (ICE) ke Plug-In Hybrid Electric Vehcile (PHEV) dan electric vehicle (EV).

"Mitsubishi brand terdepan dalam produksi listrik (EV). Saya tahu diskusi pemerintah soal pajak istimewa kendaraan listrik tapi kita juga tidak tahu kapan regulasi itu akan terwujud," papar Naoya.

Melanjutkan nota kesepahaman, Mitsubishi Motors Corporation (MMC) memberikan kontribusi kepada pemerintah berupa delapan unit SUV Outlander PHEV, dua unit kendaraan listrik i-MiEV, serta empat unit pengisian daya.

Baca: Link Live Score Barcelona vs Lyon, di Babak 16 Besar Liga Champions, Kick Off Pukul 03.00 WIB

Menurutnya, MMKSI gencar melakukan sosialisasi mengenai kendaraan listrik kepada masyarakat dan berbagai institusi nasional.

"Karenanya kami akan melakukan diskusi dengan pemerintah untuk mewijudkan EV secara paralel. Sesuatu yang besar akan terjadi di masa mendatang, tunggu saja," ucapnya.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah telah melakukan riset kendaraan listrik jenis hybrid dan plug-in hybrid.

"Studi ini sejalan dengan hal yang didorong oleh Kemenristekdikti terkait dengan kemampuan mobil listrik nasional (molina). Hari ini roadmap-nya sedang kita dorong di peraturan pemerintah atau perpres terkait dengan fasilitas-fasilitasnya," kata Menperin.

Pemerintah mengembangkan peta jalan program kendaraan rendah emisi karbon atau low carbon emission vehicle (LCEV).

Kendaraan ini memiliki sejumlah kategori di antaranya hybrid electric (HEV) da plug-in hybrid vehicle (PHEV). Teknologi ini tentunya lebih ramah lingkungan dan bisa mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2).

Halaman
12
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved