Pajak Kendaraan Bermotor Naik di Banten, Mitsubishi Lakukan Penyesuaian

Budi menjelaskan, memang kenaikan harga produk, dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya, kenaikan BBNKB dan PKB.

Pajak Kendaraan Bermotor Naik di Banten, Mitsubishi Lakukan Penyesuaian
Tribunnews.com/Lendy
Para pejabat PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) resmikan dealer baru di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (14/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Lendy Ramadhan

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG SELATAN - Produsen otomotif asal Jepang, Mitsubishi akui masih melakukan penyesuaian terhadap keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, yang menaikan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Hal tersebut dinyatakan Head of Sales and Marketing Region 1 PT. Mitsubishi Motors Kramayudha Sales Indonesia (MMKSI), Budi Dermawan saat jumpa pers di diler Mitsubishi Pondok Cabe, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Kamis (14/3/2019).

Budi menjelaskan, memang kenaikan harga produk, dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya, kenaikan BBNKB dan PKB.

Namun, menurut Budi tak selalu kenaikan PKB dan BBNKB dalam satu tahun, diikuti kenaikan harga mobil di tahun yang sama.

Baca: Hakim Tegur Mantan Panglima GAM Saat Cerita Konflik dengan Pemerintah Indonesia

Budi memastikan, penyesuaian harga jual produk dengan besaran pajak baru itu selalu dilakukan.

"Ya tidak hanya Mitsubishi, tapi juga ATPM lain juga menaikan harga itu salah satunya faktor BBN yah, tarif pajak yang ditetapkan pemerintah. Karena memang beberapa wilayah sudah menetapkan tarif pajaknya. Kebetulan wilayah Banten kemarin baru menetapkan tarif pajak. Mungkin dengan adanya perubahan itu, otomatis mengakibatkan ada kenaikan yang terjadi, itu pasti kita akan revisi nanti untuk harga kendaraan-kendaraan kita. Menyesuaikan dengan tarif yang berlaku di wilayah tersebut," kata Budi Dermawan.

"Biasanya memang di quarter satu, antara Februari (sampai) Maret itu ada penyesuaian. Tapi itu ngga selalu dalam satu tahun itu ada kenaikan. Buktinya waktu kita all year, cukup lama (ga naik), Pajero juga waktu kita launching, ga selalu dalam setahun itu ada kenaikan," tambahnya.

PT. MMKSI sendiri belum menentukan, apakah ada kenaikan produknya di wilayah Banten tahun ini atau menundanya?

Namun, PT. MMKSI memastikan bila ada kenaikan harga produk, beberapa langkah antisipasi kekecewaan konsumen sudah disiapkan.

Satu di antara langkah tersebut, melakukan sosialisasi kepada setiap calon pembeli.

"Mengenai BBN yang cukup besar di wilayah Tangerang, saya pikir pengaruh pasti ada. Tapi kami sudah terbiasa. Setiap awal tahun kami mengatakan pada konsumen, biaya BBN tidak mengikat. Sebagian konsumen ada yang mengerti, ada sebagian konsumen yang perlu kita kasih penjelasan butuh bukti STNK 2018 berapa? 2019 berapa? Karena itu setor langsung ke kas negara. Jadi denga begitu, konsumen bisa memahami dan memaklumi lah," kata Direktur PT. Srikandi Diamond Motors, Osman.

Sebagaimana diketahui, pada 11 Maret 2019, Pemprov Banten menaikan PKB dari 1,5 persen menjadi 1,75 persen.

Sedangkan tarif BBNKB naik dari 10 persen menjadi 12,5 persen.

Penulis: Lendy Ramadhan
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved